SARGA.CO – Cedera menjadi salah satu risiko yang tak bisa dilepaskan dari olahraga berkuda. Karena itu, PP PORDASI bersama Sports Injury Treatment and Performance Center (SITPEC) Mayapada menggelar seminar mengenai risiko cedera dan penanganannya bagi atlet berkuda.
Kegiatan yang berlangsung di PORDASI HQ, JIEPP Pulomas, Jakarta Timur, pada 28 September 2026 tersebut menghadirkan dokter spesialis ortopedi dr. Adriel Benedict Haryono, Sp.O.T., AIFO-K, FICS, serta atlet Eventing Indonesia Letda Kav Riko Ganda Febryyanto.
Cedera Rusuk Sebulan Jelang SEA Games
Riko Ganda membagikan pengalaman ketika mengalami cedera serius pada bagian tulang rusuk sekitar satu bulan sebelum SEA Games Thailand 2025. Ia harus menjalani perawatan dan fisioterapi intensif sebelum akhirnya kembali ke arena. Tantangannya bukan hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga mengatasi trauma dan membangun kembali kepercayaan diri saat berinteraksi dengan kuda.
Kerja keras tersebut berbuah hasil. Riko akhirnya tampil bersama Tim Eventing Indonesia yang meraih medali perak beregu di SEA Games Thailand 2025.
Pertolongan Pertama Jadi Kunci
Dalam seminar, dr. Adriel menekankan pentingnya memahami langkah pertolongan pertama ketika cedera terjadi. Menurutnya, penanganan awal dapat menentukan proses tindakan medis berikutnya dan turut berpengaruh terhadap pemulihan atlet.
Melalui kerja sama dengan SITPEC Mayapada, PP PORDASI mendorong atlet dan seluruh pelaku olahraga berkuda untuk semakin memahami pencegahan, pertolongan pertama, perawatan, hingga rehabilitasi cedera.
Bagi olahraga berkuda Indonesia, keselamatan bukan sekadar soal menghindari cedera, tetapi juga memastikan atlet dapat kembali ke arena dengan kondisi yang siap dan aman. (Sumber: Pordasi.id)
Install SARGA.CO News
sarga.co