SARGA.CO - Dalam sejarah pacuan kuda Indonesia, tidak banyak nama yang dikenang karena kisah tak terduga seperti Cinderella Jatim. Kuda betina hitam milik King Halim Stable ini bukan hanya sekadar juara, ia adalah legenda kecil yang mengubah alur sejarah sebuah musim kompetisi.
Bagi para penggemar pacuan kuda, Cinderella Jatim bukan hanya pemenang Indonesia Derby 2019; ia adalah “kuda Cinderella” dalam arti sesungguhnya, yang dari luar tak pernah disangka, namun di lintasan justru menciptakan keajaiban, sekaligus drama.
Cinderella Jatim adalah kuda KP5, hasil perkawinan pejantan hebat Long War dan induk Kilek. Sebelum memasuki puncak kariernya di Indonesia Derby, Cindy telah tampil 11 kali, meraih 8 kemenangan dan 1 kali runner-up. Konsistensinya di lintasan membuatnya dikenal sebagai kuda cepat, kuat, dan sulit dikendalikan lawan.
Namun siapa sangka, kuda dengan catatan impresif itu justru dikenal karena sifatnya yang jail dan sulit ditebak di luar lintasan. Para perawatnya sering bercerita bahwa Cindy tiba-tiba bisa mengentak, bersuara, atau mengejutkan orang di dekatnya tanpa alasan, karakter yang makin menegaskan aura unik sang betina hitam.
Satu balapan mengangkat namanya ke panggung nasional: Indonesia Derby 2019. Ironisnya, kemenangan itu datang bersamaan dengan momen paling pahit bagi stable-mate sekaligus “saudaranya” sendiri, Queen Thalassa.
Thalassa datang ke Derby dengan dua kemenangan besar di kantong dan di ambang sejarah untuk merebut Triple Crown, prestasi paling bergengsi bagi kuda. Namun memasuki lintasan, Cinderella Jatim mengambil peran yang tak disangka siapa pun. Saat starting gate terbuka, Cinderella langsung melesat menjadi front runner, meninggalkan pesaing lain termasuk Thalassa. Di tikungan, ketika kebanyakan kuda mulai menurunkan kecepatan untuk menjaga tenaga, Cinderella malah melakukan sebaliknya: Ia semakin ngebut.
Keputusan instingtif yang tak umum itu membuatnya terus unggul, tetapi juga menciptakan dilema. Kecepatan tinggi di tikungan membuat Cinderella terlambat mengurangi tempo menjelang garis finish. Namun alih-alih kehilangan posisi, ia justru menjaga momentum cukup lama, hingga Cinderella Jatim Menang. Dan Triple Crown Thalassa hilang.
Itu adalah momen emosional: manis bagi Cindy, pahit bagi Thalassa, dan tak terlupakan bagi para pecinta pacuan kuda. Tidak banyak catatan resmi mengenai karier Cinderella Jatim setelah Derby. Ada informasi bahwa ia sempat dikirim ke akademi equestrian, menjalani peran baru yang berbeda dari kehidupan pacuannya.
Namun perjalanan hidup sang betina hitam berakhir pada tahun 2024. Meski begitu, warisan Cindy tidak berhenti. Ia meninggalkan dua keturunan: Roman the King dan Vernon of Khalim. Dua anak yang membawa darah Long War, Kilek, dan tentunya, sedikit keajaiban Cinderella dalam diri mereka.
(Sumber: FB IGUTIULS, Studbook.or.id)
Install SARGA.CO News
sarga.co