SARGA.CO – Kabar duka datang bagi dunia pacuan kuda internasional. Bayern, kuda pacu tangguh yang menjuarai ajang bergengsi Breeders' Cup Classic 2014, dilaporkan meninggal dunia pada usia 15 tahun, akibat komplikasi usai menjalani operasi hernia darurat. Sang stallion mengembuskan napas terakhirnya pada 5 Juli 2026 di Great Hill Farm, Korea Selatan.
Menurut keterangan resmi dari pihak peternakan, Bayern tiba-tiba mengalami hernia yang mengharuskannya segera naik meja operasi. Meski awalnya berhasil selamat dari prosedur bedah tersebut, kondisinya memburuk akibat radang usus besar (colitis) akut yang menyusul kemudian.
Segala upaya perawatan medis intensif telah dikerahkan, namun karena kondisinya tak kunjung membaik, keputusan berat terpaksa diambil untuk menidurkannya secara medis (euthanasia) demi mengakhiri penderitaannya.
Lahir di Kentucky dari peternak Helen Alexander dan mengambil nama dari klub sepak bola raksasa Jerman, FC Bayern Munich, kuda ini merupakan keturunan pejantan Offlee Wild dan induk Alittlebitearly. Dibeli seharga 320 ribu dolar AS pada lelang Fasig-Tipton 2013, Bayern bernaung di bawah bendera pemilik Kaleem Shah dan dilatih oleh pelatih legendaris Bob Baffert.
Sempat absen di ajang Kentucky Derby, Bayern justru bersinar dan membuktikan diri sebagai salah satu kuda usia tiga tahun terbaik di Amerika pada tahun 2014. Ia sukses merengkuh gelar G2 Woody Stephens Stakes, sebelum naik kelas dan memenangi Haskell Invitational serta Pennsylvania Derby. Rangkaian prestasi ini memantapkan posisinya sebagai penantang utama untuk G1 Breeders' Cup Classic di Santa Anita—tempat di mana ia mencatatkan salah satu hasil paling kontroversial dalam sejarah ajang tersebut.
Saat keluar dari gerbang start di bawah kendali joki Martin Garcia, Bayern melenceng tajam ke kiri, menabrak sang juara Shared Belief dan memicu reaksi beruntun yang mengganggu laju beberapa kuda lainnya. Bayern akhirnya berhasil memenangi balapan dengan selisih yang sangat dramatis—hanya seujung hidung dari Toast of New York dan sebatas leher dari California Chrome. Usai proses investigasi (stewards' inquiry) yang panjang, panitia memutuskan kemenangannya tetap sah.
Kemenangan di Breeders' Cup Classic itu menjadi panggung penutup kejayaannya. Ia pensiun pada tahun berikutnya dengan mengantongi rekor 6 kemenangan dari 15 kali start dan total pendapatan mencapai lebih dari 4,45 juta dolar AS.
Usai gantung sadel, Bayern memulai kariernya sebagai pejantan di Hill 'n' Dale Farms, Kentucky. Ia kemudian dibeli oleh Great Hill Farm untuk memperkuat operasional stud dan pembiakan mereka di Korea Selatan menjelang musim 2022.
Kualitas keturunannya di dunia balap sungguh luar biasa. Dari tujuh generasi, ia berhasil mencetak 174 kuda pemenang dengan total hadiah melampaui 20 juta dolar AS. Beberapa keturunan terbaiknya termasuk pemenang kelas G1 Speed Boat Beach, kuda betina juara sprint Kanada Hazelbrook, pemenang G2 Leggs Galore, dan kampiun G3 Biddy Duke.
Darah juaranya juga mengalir deras di Korea Selatan melalui Raon The Fighter, kuda tangguh yang dinobatkan sebagai Champion Miler (2022) dan Champion Sprinter (2023) di negara tersebut, sekaligus mengukuhkan reputasi Bayern sebagai pejantan (sire) kaliber internasional.
Dalam pengumuman kepergiannya, pihak Great Hill Farm memberikan penghormatan khusus atas keberanian dan warisan sang stallion.
"Kami berjuang bersamanya siang dan malam, mengerahkan segala intervensi medis yang memungkinkan serta memberikan perawatan intensif dalam upaya mati-matian menyelamatkan nyawanya," tulis pernyataan peternakan di Jeju Island itu. “Sangat memilukan, kondisinya tidak membaik, dan kami pada akhirnya tidak punya pilihan selain mengambil keputusan yang sangat menyakitkan untuk mengistirahatknannya dalam kekalan.”
Lebih lanjut, mereka juga memberikan testimoni yang sangat positif tentang Bayern. "Kehadirannya yang luar biasa, sorot matanya yang lembut, serta kekuatan langkah kakinya yang mengagumkan di lintasan tidak akan pernah bisa digantikan oleh kuda mana pun. Kami menyimpan harapan besar bahwa keturunannya akan meneruskan darah juaranya dan tumbuh menjadi sama hebatnya," tulis keterangan Great Hill Farm
Meski hasil finisnya di Breeders' Cup Classic akan terus menjadi salah satu momen yang paling sering diperdebatkan dalam sejarah pacuan modern, dampaknya terhadap olahraga ini sama sekali tak bisa dibantah. Dari menaklukkan generasi emas sekaliber California Chrome dan Shared Belief, hingga memproduksi pelari-pelari kelas atas di dua benua, Bayern meninggalkan warisan gemilang yang akan hidup jauh melampaui satu balapan.
Install SARGA.CO News
sarga.co