SARGA.CO - Cerita Romantic Spartan tak berakhir layaknya dongeng yang indah. Kisahnya di lintasan pacu tidak berakhir dengan kemenangan di atas podium, namun tetap meninggalkan kesan yan sulit dilupakan.
Pacuan terakhir Romantic Spartan di panggung Indonesia's Horse Racing (IHR) terjadi di Indonesia Derby 2026. Balapan Kelas 4 Tahun A/B pada Minggu, 26 Juli 2026, menjadi penampilan terakhir kuda betina asal Sumatra Barat itu sebelum pensiun dari lintasan pacu.
Ia datang dengan satu harapan sederhana, menutup karier panjangnya dengan kemenangan pertama di Pulau Jawa. Harapan itu akhirnya belum terwujud. Romantic Spartan harus puas finis di posisi keempat, sementara gelar juara menjadi milik Kashmir BB.
Namun bagi banyak penggemar pacuan kuda nasional, hasil tersebut tidak mengurangi arti Romantic Spartan.
Di race akbar di Gelanggan Pacu Legok Jawa, Pangandaran, Romantic Spartan berlari dengan rencana dan strateginya sendiri. Sejak pintu start terbuka, dia sempat melesat di garis depan, tapi tidak tergoda mengikuti irama para pesaingnya.
Ketika Princess Gavi, Duke BB, Griffin, dan Kamaka Eclipse berebut posisi di barisan depan, Romantic memilih berlari tenang di kelompok belakang. Bahkan ketika pacuan melewati lebih dari separuh lintasan, ia sempat berada di posisi terakhir.
Tapi itu bukan bendera putih dari Romantic. Sebagai kuda bertipe stayer, ia memang terbiasa menyimpan tenaga untuk melesat di saat yang tepat.
Strategi itu kembali diperlihatkannya di Pangandaran. Memasuki 800 meter terakhir, Romantic mulai meningkatkan ritme. Griffin menjadi kuda pertama yang dilewati. Tak lama kemudian Romeo Berjaya dan Kamaka Eclipse ikut tertinggal di belakang. Memasuki tikungan terakhir, giliran Naura Ayu dan Centauri disalip.
Belum selesai sampai situ, Lucynero dan Agatha Star jadi korban laju Romantic di akhir tikungan menyisakan 400 meter. Dalam hitungan ratusan meter, dari posisi paling belakang ia berhasil naik hingga peringkat keempat.
Sayangnya, tiga kuda di depan telah menciptakan jarak yang terlalu jauh. Di depan, Kashmir BB memanfaatkan duel sengit Princess Gavi dan Duke BB untuk mencuri kemenangan. Romantic terus mengejar hingga garis finis, tetapi waktunya sudah habis.
Posisi keempat tentu bukan penutup yang diharapkan. Beberapa hari sebelum final, Owner San Marino Stable Muhammad Ikhsan mengatakan Indonesia Derby 2026 akan menjadi "last dance" Romantic Spartan sebelum pulang ke Bukittinggi untuk memulai kehidupan baru sebagai indukan.
Impian mereka sederhana, mengakhiri perjalanan dengan satu kemenangan di Pulau Jawa, sesuatu yang selama ini selalu luput meski Romantic berkali-kali tampil kompetitif pada balapan jarak 2.000 meter.
Impian dan harapan itu memang tak menjadi nyata di akhir lintasan. Namun justru karena tidak semua mimpi menjadi kenyataan, kisah Romantic Spartan terasa begitu dekat. Usahanya sampai meter terakhir di Indonesia Derby 2026 juga kian menginspirasi.
Nama Romantic Spartan mulai dikenal luas di Indonesia Derby 2025.
Datang tanpa banyak sorotan, ia mengejutkan publik dengan finis di posisi ketiga di belakang King Argentin. Penampilan itu mengubah cara banyak orang memandang kuda asal Sumatra Barat tersebut.
Sejak saat itu, Romantic tidak pernah kekurangan dukungan. Di lintasan-lintasan Sumatra Barat, ia menjelma menjadi langganan juara. Di Pulau Jawa, kemenangan memang tak pernah datang, tetapi ia hampir selalu mampu bersaing di papan atas menghadapi kuda-kuda terbaik Indonesia.
Lebih dari itu, Romantic menghadirkan sesuatu yang tak bisa dihitung lewat statistik.
Ia menjadi alasan sebagian penonton datang lebih awal ke arena. Menjadi kuda yang namanya diteriakkan dari tribun ketika memasuki lintasan. Menjadi simbol bahwa kuda dari daerah pun mampu menantang nama-nama besar pacuan nasional.
Karier Romantic Spartan berakhir dengan 12 kali penampilan resmi.
Ia meninggalkan sederet gelar di Sumatra Barat, podium Indonesia Derby 2025, dan penampilan terakhir yang menunjukkan karakter khasnya; tenang di awal, pantang menyerah hingga garis finis.
Kini, Romantic akan kembali ke Bukittinggi untuk memulai babak baru sebagai indukan. Di sanalah ia diharapkan melahirkan generasi baru kuda pacu yang kelak meneruskan jejaknya di lintasan.
Indonesia Derby 2026 memang tidak memberikan akhir cerita dongeng untuk Romantic Spartan. Tetapi mungkin memang tidak semua legenda membutuhkan mahkota pada halaman terakhir agar tetap dikenang.
Bagi banyak pencinta pacuan kuda Indonesia, Romantic Spartan telah memenangi sesuatu yang tak bisa diperebutkan di lintasan. Ia telah memenangi hati mereka.
Install SARGA.CO News
sarga.co