SARGA.CO — Suasana meriah Indonesia’s Horse Racing (IHR): Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, semakin istimewa dengan kehadiran Shin Tae-yong. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu mengaku terkesan, bahkan menyebut pacuan kuda memiliki kemiripan dengan sepakbola.
Ini menjadi pengalaman pertama STY menyaksikan langsung balapan kuda, sekaligus kunjungan perdananya ke Yogyakarta. Ia menilai penyelenggaraan event sangat rapi, dengan kualitas kuda dan joki yang kompetitif.
“Pacuan kuda ini mirip sepakbola. Ada strategi, taktik, kontrol, dan bagaimana menentukan finishing. Semuanya terasa sangat serupa,” ujar STY.
Menurutnya, setiap momen di lintasan membutuhkan keputusan cepat, kapan menahan, kapan menyerang, mirip seperti pelatih membaca permainan di lapangan hijau. Hal inilah yang membuatnya menikmati pengalaman tersebut, meski harus menempuh perjalanan 6–7 jam dari Jakarta ke Yogyakarta dengan kereta.
Di sela kunjungannya, STY juga mengungkapkan keinginannya untuk mengeksplorasi Yogyakarta, mulai dari destinasi wisata hingga kuliner khas seperti kopi joss dan gudeg.
IHR Triple Crown Serie I menjadi pembuka dari tiga seri utama menuju Indonesia Derby 2026. Sebanyak 138 kuda dari 11 daerah ambil bagian, memperebutkan total hadiah Rp580 juta serta peluang meraih gelar prestisius Triple Crown.
Managing Director SARGA Group, Nugdha Achadie, menyebut kehadiran STY sebagai simbol semangat “Race to the World Stage”, sekaligus dorongan untuk membawa pacuan kuda Indonesia ke level internasional.
Tak hanya soal kompetisi, gelaran ini juga menghadirkan daya tarik lain seperti Pertiwi Cup, kelas khusus kuda betina usia 3 tahun yang selalu dinanti.
Install SARGA.CO News
sarga.co