SARGA.CO - Pacuan kuda kembali bergairah di Sulawesi Utara. Usai menjadi juara umum Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI Seri 1 dan memenangkan Indonesia Derby 2026, Pengurus Provinsi PORDASI Sulawesi Utara bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan menggelar Sulut Derby 2026 , pada Kamis, 17 September 2026. Acara ini juga akan menjadi pemanasan jelang Kejurnas Serie 2, yang juga akan diselenggarakan di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Minahasa.
Kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara. Selain pacuan kuda, penyelenggara juga akan menghadirkan Festival Kesenian Tradisional sebagai bagian dari perayaan.
Berdasarkan undangan yang diterima SARGA.CO, proses pengukuran, pendaftaran, sekaligus barrier draw akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 di Kompleks Pacuan Kuda Maesa, Tompaso.
Sebanyak 14 kelas pacuan akan dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp260 juta. Race yang diselenggarakan mencakup kelas kelompok umur, kelas berdasarkan kemampuan, kelas terbuka, hingga pacuan tradisional yang menjadi ciri khas Sulawesi Utara.
Sulawesi Utara selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi pacuan kuda terkuat di Indonesia. Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, menjadi saksi lahirnya banyak kuda dan insan pacuan yang kemudian tampil di berbagai ajang nasional.
Melalui Sulut Derby 2026, kuda-kuda terbaik dari Sulawesi Utara diperkirakan akan kembali bersaing dan unjuk gigi. Kehadiran kelas Calon Derby, Calon Remaja, hingga kelas Terbuka memberikan kesempatan bagi kuda muda maupun senior untuk menguji kualitasnya menjelang kalender pacuan nasional berikutnya.
Tidak hanya menyajikan kelas Thoroughbred modern, Sulut Derby juga tetap mempertahankan sejumlah nomor yang menjadi bagian dari tradisi pacuan kuda di Minahasa.
Dua kelas Bendi Kalaper dengan jarak 600 meter dan 800 meter kembali dipertandingkan. Selain itu terdapat pula kelas Roda Sapi pada jarak 150 meter dan 200 meter yang menjadi hiburan khas masyarakat Sulawesi Utara setiap kali festival pacuan digelar.
Keberadaan kelas-kelas tradisional tersebut membuat Sulut Derby tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga berkuda, tetapi juga menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal.
Race paling bergengsi tahun ini adalah Kelas Calon Derby 1.400 meter yang memperebutkan hadiah Rp50 juta sekaligus Piala Gubernur Sulawesi Utara.
Sementara itu, dua kelas lain dengan hadiah terbesar senilai Rp30 juta adalah Kelas Terbuka Sprint 1.100 meter yang memperebutkan Piala Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Kelas Calon Remaja 1.200 meter untuk Piala Pangdam XIII/Merdeka, serta Kelas Terbuka 1.600 meter yang memperebutkan Piala Kapolda Sulawesi Utara.
1. Kelas Bendi Kalaper (600 m), hadiah Rp7,5 juta
2. Kelas Bendi Kalaper (800 m), Rp7,5 juta
3. Kelas Roda Sapi (150 m), Rp7,5 juta
4. Kelas Roda Sapi (200 m), Rp7,5 juta
5. Kelas Perdana 3 Tahun (800 m), Rp10 juta
6. Kelas I (800 m), Rp7,5 juta
7. Kelas G/H (800 m), Rp7,5 juta
8. Kelas F (1.000 m), Rp12,5 juta
9. Kelas E (1.100 m), Rp12,5 juta
10. Kelas Terbuka Sprint (1.100 m), Rp30 juta
11. Kelas D (1.200 m), Rp20 juta
12. Kelas Calon Remaja (1.200 m), Rp30 juta
13. Kelas Calon Derby (1.400 m), Rp50 juta
14. Kelas Terbuka (1.600 m), Rp30 juta
Install SARGA.CO News
sarga.co