Selain kekecewaan Zilong, kuda angkatan 3 tahun dari Bendang Stable mulai unjuk gigi, sementara Sun Princess membuktikan keandalannya dan kesiapannya menjajal Super Sprint 2026.
Sprinter Taurut punya rekor selalu menang di dua race yang sudah dia jalani di usia 2 tahun. Masuk ke Kelas Calon Derby, niatnya tentu untuk meneruskan rekor apik tersebut.
Bersejarah, berkapasitas besar, dan langganan menggelar Kejurnas. Inilah Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, arena kebanggaan Sulawesi Utara yang akan menjadi tuan rumah Kejurnas PORDASI 2026.
Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 kembali ke Tompaso setelah terakhir digelar pada 2018. Untuk pertama kalinya IHR hadir di Sulawesi Utara dengan Star of Stars sebagai salah satu panggung paling bergengsi.
Sejumlah kuda pacu dari puluhan stable di Sulawesi Utara, mulai terlihat berlatih dan menjajal lintasan pacuan jelang Sulut Derby, September 2026 mendatang.
Sulut Derby 2026 akan digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa, Tompaso, Sulawesi Utara, pada 17 September. Sebanyak 14 race akan memperebutkan total hadiah Rp260 juta.
Upaya ini dilakukan oleh Stable asal Tompaso, Minasaha, untuk membantu dan memacu para peternak di Sulawesi Utara agar bisa melahirkan kuda pacu unggulan.
Meski unggul secara jumlah kemenangan, kebahagiaan paling besar tentu dimiliki Rimboka Stable dan Joki Falention Sangian yang Memenangkan Indonesia Derby 2026.
Mayo dipastikan absen dari Indonesia Derby 2026 akibat cedera setelah insiden lalu lintas. Miranda Stable kini hanya mengandalkan Monochrome dan Melasti di Kelas Derby.
Sun Princess menjadi juara di Kelas Terbuka pacuan teranyar di Tompaso, Sulawesi Utara, siap melaju ke Kejurnas Seri 2, di kandangnya, Oktober mendatang.