SARGA.CO - Dalam salah satu momen paling emosional di kalender pacuan kuda dunia, Via Sistina, salah satu mare paling spektakuler di era modern, secara resmi mengundurkan diri dari dunia balap setelah karier yang penuh prestasi dan membekas di hati penggemar olahraga berkuda.
Kabar pensiunnya kuda berusia delapan tahun ini diumumkan oleh pelatih legendaris Chris Waller pada Minggu, 18 Januari 2026, menutup babak kompetitif yang luar biasa bagi kuda yang telah dinobatkan sebagai Australian Horse of the Year dan menjadi perbincangan global selama beberapa musim terakhir.
Via Sistina bukan sekadar kuda balap biasa. Ia dikenal sebagai mare yang tough, determinatif, dan konsisten di level tertinggi pacuan kuda. Ia menyelesaikan kariernya dengan rekor yang mengesankan: 12 kemenangan Group 1, termasuk dua gelar Cox Plate, salah satu lomba bergengsi paling diantisipasi di kalender internasional.
Sejak pertama kali datang ke Australia setelah dibeli oleh Yulong dari Inggris, Via Sistina langsung memenangkan Group 1 Ranvet Stakes di start pertamanya, dan memastikan dirinya sebagai figur dominan dalam balapan jarak menengah hingga berat
Pensiun Bukan Akhir, Tapi Awal Baru
Keputusan pensiun diambil setelah tim pelatih memutuskan bahwa Via Sistina tidak kembali ke kondisi penuh energi seperti sebelumnya setelah musim terakhirnya, meskipun tetap menunjukkan kelasnya di lintasan.
Melalui pernyataannya, Chris Waller menyatakan rasa terima kasihnya atas perjalanan yang telah dilalui bersama Via Sistina dan seluruh tim yang terlibat, mulai dari para joki, groom, hingga tenaga medis dan dukungan teknis.
Kini, Via Sistina akan masuk ke dunia pembiakan (breeding), dengan rencana untuk kembali ke Inggris dan dipasangkan dengan stallion kelas dunia, Dubawi, yang diharapkan menurunkan generasi penerus darah juara.
Tidak hanya di Australia, prestasi Via Sistina juga mencatatkan namanya di panggung internasional. Sebelum dibawa ke Australia, ia telah menang Group 1 di Inggris, Prancis, dan Irlandia, menunjukkan kemampuannya bersaing di level global.
Kemenangan-kemenangannya, terutama saat menyabet gelar Horse of the Year dan memenangi double Cox Plate, memastikan Via Sistina akan tetap diingat sebagai salah satu kuda terhebat di generasinya, layaknya Winx dan legenda-legenda besar lainnya.
Pensiunnya Via Sistina menutup satu babak indah dalam sejarah pacuan kuda modern, namun sekaligus membuka babak baru dalam dunia pembiakan kuda balap kelas dunia. Keputusan ini menandai penghormatan bagi kuda yang tidak hanya menjadi juara di lintasan, tetapi juga inspirasi bagi para pecinta olahraga berkuda di seluruh dunia.
(Sumber: Fox News, Post Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co