SARGA.CO - Dunia balap kuda berduka setelah Makybe Diva, kuda ras (thoroughbred) yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar sepanjang masa, meninggal dunia pada 28 Februari 2026 pada usia 27 tahun setelah mengalami serangan colic yang cepat dan tak terduga. Peristiwa ini mengejutkan dan menyentuh komunitas balap serta para penggemar olahraga di seluruh dunia.
Makybe Diva bukan sekadar kuda balap biasa, ia adalah satu-satunya kuda dalam sejarah yang meraih tiga kemenangan berturut-turut di ajang bergengsi Melbourne Cup pada tahun 2003, 2004, dan 2005, sebuah pencapaian yang hingga kini belum terpecahkan.
Tribut mengalir deras dari berbagai penjuru sejak kabar kematiannya diumumkan. Pernyataan itu mencerminkan pandangan banyak pihak bahwa prestasi Makybe Diva mungkin tidak akan pernah terulang kembali.
Sang pemilik, Tony Santic, menyampaikan bahwa Makybe Diva lebih dari sekedar kuda balap, dia adalah bagian dari keluarga. “Sejak hari pertama dia masuk ke dalam hidup kami, dia bukan hanya kuda balap. Dia adalah keluarga,” ujarnya mengenang.
Karier Makybe Diva dipenuhi dengan pencapaian luar biasa yang melampaui angka kemenangan. Dia meraih total 15 kemenangan dari 36 lomba, termasuk sejumlah Group 1 races bergengsi seperti Cox Plate, Australian Cup, Sydney Cup, serta Turnbull Stakes, menghasilkan lebih dari 14 juta dollar Australia (Rp167 miliar) sepanjang kariernya.
Keistimewaan prestasinya tidak hanya karena sekadar menang, namun melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan kuda lain dalam balapan bergengsi yang sering disebut “the race that stops a nation,” yaitu Melbourne Cup.
Kematian Makybe Diva memicu refleksi mendalam tentang warisan yang ia tinggalkan. Joki legendaris Glen Boss, yang berada di pelana untuk ketiga kemenangan Melbourne Cup, pernah mengatakan bahwa sang mare telah mengubah hidupnya.
Lebih dari sekadar statistik, Makybe Diva menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan keajaiban tak terduga dari olahraga balap kuda. Ia menjadi inspirasi bagi generasi penggemar baru dan tetap menjadi tema perbincangan hangat: apakah generasi selanjutnya akan melihat kuda lain yang mampu menandingi prestasinya?
Berbagai komunitas balap dan organisasi seperti Racing Victoria dan Living Legends menyampaikan belasungkawa, menegaskan Makybe Diva sebagai ikon sejati olahraga berkuda.
(Sumber: ABC News, News.com.au)
Install SARGA.CO News
sarga.co