SARGA.CO - Dalam sejarah panjang peperangan, pahlawan biasanya digambarkan sebagai prajurit gagah yang mengangkat senjata. Namun pada Perang Korea, salah satu pahlawan terbesar justru bukan manusia, melainkan seekor kuda kecil berwarna cokelat kemerahan, seekor kuda yang akan dikenal dunia dengan nama Sergeant Reckless.
Kisahnya dimulai dari medan perang, dari senjata besar bernama recoilless rifle, senjata sepanjang enam kaki dengan bobot lebih dari 45 kilogram yang harus dibawa oleh tiga hingga empat Marinir sekaligus. Senjata ini mematikan, tetapi juga menyulitkan. Letnan Eric Pedersen, komandan Recoilless Rifle Platoon, tahu bahwa mereka membutuhkan cara yang lebih efektif dan lebih aman. Jawabannya datang dari tempat yang tak terduga: seorang anak kandang dari arena balap Seoul.
Dari "Morning Flame" Menjadi Rekan Tempur
Anak kandang itu menawarkan seekor kuda kecil yang ia latih untuk balapan. Kuda itu bernama Ah Chim Hai atau Morning Flame. Pedersen membayar US$250 dari kantong pribadinya. Bukan untuk balapan, tetapi untuk dilatih membawa senjata raksasa ke garis depan pertempuran.
Para Marinir yang berpengalaman dengan kuda melatihnya: membawa senjata, mengangkut sembilan peluru seberat 24 pon, berbaring saat ditembaki, menghindari kawat berduri, hingga berlari mencari perlindungan ketika mendengar artileri. Mereka memberinya nama baru: Reckless.
Dalam dua tahun, Reckless bukan hanya aset perang, ia menjadi bagian dari peleton, bagian dari keluarga. Bahkan rekan-rekannya benar-benar menghormati “pangkat” sang kuda. Ketika akhirnya ia diberi pangkat resmi Sersan oleh Komandan Divisi Marinir 1, para prajurit bercanda, namun sungguh-sungguh, bahwa siapa pun yang tidak menghormati pangkatnya bisa dikenai court martial.
Reckless bertugas dalam berbagai misi berbahaya, mengangkut amunisi ke garis depan dan membawa prajurit yang terluka kembali ke posisi aman. Namun keberanian terbesarnya tercatat dalam Pertempuran Outpost Vegas tahun 1953, salah satu pertempuran paling brutal Perang Korea.
Dalam satu hari saja, Reckless melakukan lebih dari 50 perjalanan pulang-pergi ke garis depan tanpa pendamping, menyeberangi sawah, menaiki bukit curam, sambil menghindari tembakan dan ledakan. Ia ditembak dua kali, di atas mata dan di lambung kiri, namun tetap melanjutkan tugasnya. Reckless bukan hanya membantu memenangkan pertempuran; ia menyelamatkan nyawa.
Kisah heroiknya sampai ke Amerika melalui Saturday Evening Post, dan masyarakat langsung jatuh cinta. Ketika perang usai, rakyat Amerika menggalang dukungan untuk membawanya pulang. Seorang direktur Pacific Transport Lines mengirimnya ke San Francisco secara gratis.
Di Camp Pendleton, Reckless diperlakukan seperti veteran. Ia menerima sederet penghargaan militer: 2 Purple Hearts, Marine Corps Good Conduct Medal, Presidential Unit Citation (dengan bronze star), National Defense Service Medal, Korean Service Medal, United Nations Korea Medal, Navy Unit Commendation, Republic of Korea Presidential Unit Citation. Ia bahkan mengenakan French Fourragere—penghargaan kehormatan Prancis untuk Resimen ke-5 Marinir.
Reckless menghabiskan sisa hidupnya sebagai pahlawan hingga wafat pada tahun 1968. Pada Mei 2018, patung perunggu karya Jocelyn Russell akhirnya berdiri di Kentucky Horse Park, mengabadikan sang kuda perang yang keberaniannya melampaui batas.
(Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co