SARGA.CO - Kemenangan kuda Forever Young di pacuan bergengsi Longines Breeder's Cup Classic pada awal November 2025 membuat pacuan kuda di Jepang menjadi sorotan dunia. Tak hanya di Amerika, atmosfer seruan dan menegangkan juga akan tersaji dalam kejuaran pacuan kuda yang berlangsung di Negeri Matahari Terbitu itu pada akhir bulan ini.
Seperti Breeder's Cup yang diikuti kuda-kuda dari berbagai negara, Jepang juga memiliki event kejuaraan pacuan kuda berskala internasional bernama Japan Cup yang akan digelar pada 30 November 2025 di Tokyo Racehorse. Kejuaraan Japan Cup akan digelar di lintasan rumput berjarak 2.400 meter dengan total hadiah yang disediakan mencapai US$7,2 juta atau sekitar Rp 119,8 miliar menggunakan kurs saat ini (Rp 16.640/US$).
Japan racing Association diketahui menggelar kejuaran Japan Cup pertama kali hadir pada tahun 1981, atau tiga tahun sebelum lahirnya Breeder's Cup. Perlombaan yang dirancang untuk menarik kompetisi internasional ini mengundang para pemenang dari perlombaan bergengsi di negara lain.
Tercatat kuda betina asal Amerika Serikat bernama Mairzy Doates, yang memenangkan kejuaraan di New York dan California, menjadi yang pertama kali tampil sebagai pemenang Japan Cup.
Dari 11 kali penyelenggaran Japan Cup, kuda-kuda dari luar negeri mendominasi daftar pemenang. Namun rasio pemenang kuda asli Jepang verus luar negeri mulai menurun pada tahun 1990-an. Bahkan pada pertengahan tahun 2000-an, kuda-kuda dari tuna rumah mendominasi podum kejuaraan.
Mengutip laporan Americasbestracing.net, terhitung sejak tahun 2005, belum ada satupun kuda dari luar negeri yang mampu menaklukkan kejuaran Japan Cup. Sebaliknya, kuda-kuda Jepang telah memenangkan 19 kali kejuaraan di pacuan bergengsi ini secara berturut-turut.
Dalam beberapa tahun terakhir, belum banyak kuda yang ikut berlaga di Japan Cup. Kondisi yang mungkin akan kembali terjadi pada tahun ini. Namun satu kuda asing dari Eropa bernama Calandagan yang baru dinobatkan sebagai Cartier Horse of The Year pada tahun 2025 kemungkinan akan turun di kejuaraan Japan Cup pada tahun ini.
Jika tampil sebagai pemenang Japan Cup, Calandagan berhak membawa pulang hadiah senilai US$ 3 juta.
Hampir semua peserta di Japan Cup berasal dari pembiakkan di dalam negeri. Hanya satu yang dibiakkan di luar negeri yaitu Shin Emperor yang merupakan kuda jantan keturunan Prancis.
Setara dengan Churchil Downs di Jepang, Tokyo Racehorse yang dibuka tahun 1993 terletak di pinggiran barat Tokyo namun mudah diakses melalui transportasi umum. Di lapangan pacuan ini juga digelar Tokyo Yushun, alias Derby Jepang, dan beberapa balapan bergengsi internasional lainnya
Tokyo Racehorse menawarkan sejumlah fasilitas canggih seperti lintasan rumput, tanah, dan lompat rintangan (steeplechase) serta layar video berukuran lebih 743 meter persegi. Arena ini merupakan tempat yang sangat ramah keluarga, dengan area Taman Anak-anak di area dalam lapangan yang mencakup beberapa wahana, pertunjukan, dan taman bermain.
Setahun yang lalu, Japan Cup dihadiri hampir 80.000 penonton, jauh di bawah kapasitas tercatat yang luar biasa, yaitu 223.000 penonton. Rekor penonton Japan Cup tercatat pada tahun 1995, yaitu 187.524 orang.
Japan Cup menjadi salah satu pacuan kuda di Jepang yang paling dinantikan pada akhir pekan ini. Event akan dibuka Pada Sabtu, 29 November, dengan balapan babak kualifikasi menuju Kentucky Derby Presented by Woodford Reserve yang dimulai di Tokyo.
Cattleya Stakes, yang diadakan di trek tanah, menawarkan poin kualifikasi untuk Derby 2026 di Churchill Downs kepada lima kuda teratas dengan skala 10-5-3-2-1.
Balapan besar lainnya juga dijadwalkan, dan dengan jumlah penonton sekitar 75.000-80.000 orang, suasananya diperkirakan akan meriah.
Install SARGA.CO News
sarga.co