SARGA.CO - Dalam semangat mengangkat prestasi olahraga berkuda Indonesia ke panggung internasional, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) kembali menunjukkan komitmennya melalui rangkaian pelatihan dan seleksi atlet Tent Pegging menjelang ITPF World Cup Qualifier 2026 yang akan berlangsung di Yordania pada 29–31 Januari 2026.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Komisi Horseback Archery & Tent Pegging ini digelar di Arena Zandor, Jakarta International Equestrian Park Pulomas, sejak 10-16 Desember 2025, diikuti oleh 11 atlet berkuda dari berbagai daerah di Indonesia.
Selama tujuh hari, para peserta mengikuti pelatihan intensif Tent Pegging dengan pendampingan langsung dari pelatih Amer Munawar asal Pakistan, seorang ahli yang direkomendasikan oleh International Tent Pegging Federation (ITPF). Seluruh peserta tidak hanya diasah kemampuan teknisnya, tetapi juga mendapatkan materi dan sertifikasi resmi yang mengacu pada standar internasional.
Dalam kesempatan ini, Ketua Komisi Horseback Archery & Tent Pegging Deri Asta menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar seleksi atlet.
"Kegiatan ini penting untuk mengembangkan olahraga Tent Pegging di Indonesia, sekaligus memberi peluang kepada atlet muda untuk bersaing di level dunia,” ujar Deri dikutip dari laman Pordasi.id, Kamis 18 Desember 2025.
Dari proses penilaian yang berlangsung intens, terpilih lima atlet terbaik yang akan menjadi wakil Indonesia di ajang kualifikasi dunia mendatang. Mereka adalah: Alan Pratama – 123 poin, Kenzie Alkautsar – 121 poin, Abdurrahman – 117 poin, Muhammad Shalah Syahada – 117 poin dan Letda (KAV) Yosua Nicholas Pamoto Uhum Sitorus, S.Tr.Han – 116 poin.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta berkuda Indonesia tidak hanya memiliki potensi besar, tetapi juga siap diuji di arena yang lebih tinggi.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh atlet Tent Pegging murni: beberapa peserta juga berasal dari disiplin lain seperti Horseback Archery dan Equestrian, termasuk perwakilan dari Prajurit Kavaleri Berkuda TNI AD. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga berkuda di Indonesia kini makin inklusif dan terus berkembang.
Pelatih Amer Munawar memberikan catatan positif terhadap progres para atlet, menyebut bahwa mereka menunjukkan bakat dan potensi besar untuk terus berkembang. Ia pun optimis bahwa dengan latihan lebih lanjut, para atlet Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Kegiatan talent scouting ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi juga strategi pembinaan jangka panjang bagi Tent Pegging Indonesia. Dengan meningkatnya pengalaman dan kualitas atlet, PORDASI berharap olahraga yang penuh adrenalin dan teknik ini dapat lebih dikenal luas dan membawa prestasi bagi bangsa.
Install SARGA.CO News
sarga.co