SARGA.CO - Kuda dikenal sebagai hewan yang unik, salah satunya dalam cara mereka tidur. Berbeda dengan manusia atau hewan lainnya, kuda sering tidur sambil berdiri. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan aneh, melainkan hasil evolusi dan adaptasi yang luar biasa.
Menurut The University of Adelaide, tidur sambil berdiri merupakan strategi kuda untuk bertahan hidup. Sebagai spesies mangsa yang hidup di dataran terbuka, kuda perlu selalu waspada terhadap predator. Dengan tetap berdiri saat tidur, mereka bisa segera bereaksi jika bahaya mengintai.
Rahasia di balik kemampuan ini terletak pada sistem khusus di kaki kuda yang disebut “stay apparatus”. Sistem ini terdiri dari tendon dan ligamen yang memungkinkan kuda mengunci sendi-sendi utama di kakinya.
Dengan mekanisme tersebut, kuda dapat menopang tubuh dengan tiga kaki sambil mengistirahatkan satu kaki, lalu bergantian, sehingga semua kaki mendapat waktu istirahat tanpa risiko jatuh.
Meski demikian, kuda tetap membutuhkan tidur nyenyak. Tahap tidur yang lebih dalam hanya bisa dicapai ketika kuda berbaring. Biasanya, kuda lain akan berdiri di dekatnya sebagai “pengintai” untuk melindungi yang sedang berbaring.
Namun, kuda tidak bisa berbaring terlalu lama karena berat badan yang besar dapat menekan organ vital, paru-paru, dan saraf, sehingga berisiko menyebabkan trauma atau kesulitan saat bangun.
Secara umum, kuda menghabiskan sekitar lima hingga tujuh jam per hari untuk tidur, dengan 15 persen waktu tersebut dalam tidur ringan. Meskipun durasinya berbeda-beda, semua kuda setidaknya membutuhkan 30 menit tidur untuk mencapai relaksasi optimal.
Tidur sambil berdiri adalah salah satu contoh adaptasi luar biasa kuda. Sistem tubuhnya yang canggih memungkinkan mereka tetap waspada sekaligus beristirahat, menjadikan kuda hewan yang unik dan tangguh di alam bebas maupun arena pacuan.
Install SARGA.CO News
sarga.co