SARGA.CO - Setiap kali suasana Lebaran tiba, ada satu tradisi yang selalu dinantikan masyarakat pesisir selatan Kebumen, Jawa Tengah. Bukan sekadar silaturahmi atau wisata pantai, tetapi juga Pacuan Kuda Ambal, tradisi syawalan yang telah hidup lebih dari setengah abad dan menjadi bagian penting dari budaya masyarakat di kawasan Urut Sewu.
Tradisi ini digelar di wilayah Ambal, tepatnya di desa-desa sekitar pesisir selatan. Setiap tahun setelah Idulfitri, ribuan warga berkumpul untuk menyaksikan kuda-kuda terbaik berlomba di lintasan tanah. Sorak penonton, derap kuda yang berpacu kencang, serta atmosfer penuh kegembiraan menjadikan pacuan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga perayaan tradisi masyarakat pesisir.
Pacuan Kuda Ambal pertama kali digelar pada 1956 dan terus berlangsung secara turun-temurun hingga kini. Selama puluhan tahun, ajang ini selalu menjadi magnet bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari berbagai daerah.
Hanya pada masa pandemi, tepatnya tahun 2020 dan 2021, tradisi ini sempat terhenti. Saat itu, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kebumen memutuskan meniadakan penyelenggaraan demi keselamatan masyarakat.
Namun sejak 2022, pacuan kuda kembali digelar dan langsung disambut antusias oleh publik. Pada Lebaran 2024 misalnya, ajang ini diikuti sekitar 200 ekor kuda dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Pacuan Kuda Ambal telah menjadi salah satu agenda olahraga tradisional paling ramai di Jawa Tengah.
Kompetisi biasanya berlangsung selama beberapa hari setelah Lebaran. Dalam penyelenggaraan sebelumnya, panitia menghadirkan berbagai kelas pacuan, mulai dari kelas bergengsi hingga kelas pemula.
Beberapa di antaranya seperti Kelas A Sprint, Kelas Terbuka 2.000 meter, Kelas B, Kelas C Panjang, hingga kelas-kelas lain seperti D, E, F, G, H, I, dan J. Ada pula kategori kelas lokal tradisional, serta kelas calon derby untuk kuda muda yang menjadi ajang pembuktian bibit-bibit kuda pacu masa depan.
Tahun ini tradisi tersebut kembali digelar melalui ajang Bupati Kebumen Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24–26 Maret 2026 di Lapangan Krido Turonggo, Desa Kaibonpetangkuran, Kecamatan Ambal.
Antusiasme peserta pun tetap tinggi. Sekitar 170 ekor kuda dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Kalimantan Selatan hingga Sulawesi telah mengonfirmasi keikutsertaan.
Ketua panitia, Sodikul Anwar, menjelaskan bahwa kelas yang dipertandingkan masih sama seperti tahun sebelumnya. Mulai Kelas F 1.000 meter hingga Kelas A Terbuka 2.000 meter yang paling bergengsi.
Install SARGA.CO News
sarga.co