SARGA.CO - Di tengah sorotan dunia pacuan internasional di Sha Tin Racecourse, Minggu lalu, satu nama kembali berdiri paling tegak di antara para raksasa lintasan: Romantic Warrior. Kuda bintang Hong Kong itu menorehkan sejarah besar dengan meraih kemenangan keempat berturut-turut di ajang Hong Kong Gold Cup, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari balap internasional paling prestisius di kota tersebut.
Dalam lomba Grup 1 sejauh 2.000 meter itu, Romantic Warrior tampil sebagai simbol konsistensi dan kelas tertinggi. Kuda berusia tujuh tahun tersebut menaklukkan medan dan lawan untuk mengamankan hadiah utama senilai HK$40 juta, atau setara sekitar Rp80 miliar, menjadikannya kuda pertama yang memenangkan Hong Kong Gold Cup empat kali secara beruntun di hari Hong Kong International Races.
Kemenangan ini semakin menegaskan status Romantic Warrior sebagai salah satu kuda terbaik yang pernah dimiliki Hong Kong. Di lintasan, ia bukan hanya menang, tapi mengendalikan lomba. Dengan gaya berlari yang efisien, ritme yang terjaga, serta insting juara yang tajam, Romantic Warrior kembali membuktikan mengapa namanya selalu menjadi pusat perhatian setiap kali turun gelanggang.
Di atas pelana, joki andal James McDonald tampak menyatu sempurna dengan tunggangannya. Harmoni itu menjadi kunci menjaga tempo hingga fase akhir lomba, sebelum Romantic Warrior memastikan kemenangan bersejarahnya. Tak heran, sang joki meluapkan kekaguman mendalam terhadap kuda yang telah mengantarnya ke banyak momen emas dalam kariernya.
Hari bersejarah itu juga menjadi panggung bagi dominasi Hong Kong di kancah internasional. Selain Romantic Warrior, sprinter fenomenal Ka Ying Rising kembali mencuri perhatian dengan mencatat kemenangan ke-16 berturut-turut di Hong Kong Sprint (1.200 meter). Namun, di antara deretan prestasi tersebut, sorotan utama tetap tertuju pada Romantic Warrior, ikon ketangguhan dan konsistensi lintas generasi.
Hong Kong Gold Cup tahun ini menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang bagi kualitas. Di tengah persaingan elite dari berbagai negara, Romantic Warrior menunjukkan kematangan, ketenangan, dan mental juara yang tak tergoyahkan. Ia tidak hanya mempertahankan gelarnya, tetapi juga memperluas warisan sebagai legenda lintasan Sha Tin.
Kemenangan Romantic Warrior terasa semakin monumental karena diraih pada hari yang sama ketika kuda-kuda elite dunia saling beradu reputasi. Dari miler tangguh hingga sprinter tercepat, semuanya hadir. Namun saat lomba utama tiba, Romantic Warrior menjawab tantangan dengan cara paling elegan: menang dan mencetak sejarah.
Empat kemenangan beruntun di Hong Kong Gold Cup bukan sekadar rekor. Ia adalah simbol era. Era ketika satu kuda mampu menjaga standar tertinggi dari musim ke musim, menghadapi tekanan ekspektasi, dan tetap keluar sebagai pemenang. Dalam dunia pacuan kuda yang penuh dinamika dan kejutan, Romantic Warrior menghadirkan satu hal yang langka: kepastian akan kehebatan.
(Sumber: France24.com)
Install SARGA.CO News
sarga.co