SARGA.CO - Banyak orang mengira kuda yang terlihat tenang berarti sehat dan baik-baik saja. Padahal, menurut para ahli equine, kuda justru dikenal sebagai hewan yang sangat pandai menyembunyikan rasa sakit.
Hal inilah yang dibahas dalam artikel terbaru media equestrian The Plaid Horse. Dalam dunia kuda, terutama pacuan dan olahraga berkuda, kemampuan membaca tanda-tanda kecil dari tubuh kuda menjadi hal yang sangat penting.
Berbeda dengan manusia, kuda tidak bisa menunjukkan rasa sakit secara jelas. Sebagai hewan mangsa di alam liar, mereka memiliki naluri untuk menyembunyikan kelemahan agar tidak terlihat rentan terhadap predator. Akibatnya, banyak masalah kesehatan baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup parah.
Yang menarik, tanda-tanda rasa sakit pada kuda sering kali terlihat sangat halus. Mulai dari perubahan postur tubuh, sering memindahkan tumpuan kaki, enggan bergerak, hingga perubahan perilaku kecil seperti lebih sensitif saat disentuh atau mulai kehilangan semangat.
Dr. Erin Trawick-Smith dalam wawancaranya bersama The Plaid Horse menjelaskan banyak owner tanpa sadar menganggap perilaku tertentu sebagai “kebiasaan biasa”, padahal bisa menjadi sinyal adanya ketidaknyamanan pada tubuh kuda.
“Dia memang selalu berdiri seperti itu atau memang dari dulu begitu, menjadi contoh respons yang sering muncul. Padahal, posisi berdiri yang tidak seimbang atau sering shifting weight bisa menjadi indikasi nyeri yang berlangsung lama," ujar Dr. Erin.
Tidak hanya dari cara berdiri, rasa sakit pada kuda juga bisa muncul lewat ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa ekspresi wajah menjadi salah satu indikator paling akurat untuk mengenali rasa sakit pada kuda.
Karena itulah, para pemilik dan groom dianjurkan untuk rutin menyentuh, memeriksa, dan mengamati perubahan kecil pada tubuh kuda setiap hari. Sentuhan sederhana saat grooming ternyata bisa membantu mendeteksi area yang sensitif atau nyeri sebelum masalah berkembang lebih serius.
Dalam dunia pacuan kuda modern, perhatian terhadap kesejahteraan kuda memang semakin besar. Banyak pelatih kini mulai lebih fokus memahami bahasa tubuh kuda dibanding sekadar memaksakan performa di lintasan.
Sebab pada akhirnya, kuda yang terlihat kuat belum tentu benar-benar bebas rasa sakit. Dan justru karena mereka pandai menyembunyikannya, manusia dituntut untuk lebih peka membaca setiap tanda kecil yang muncul.
Install SARGA.CO News
sarga.co