test

Better experience in portrait mode.
Ilustrasi Pacuan Kuda

Kisah Ratu Mayangkara: dari Kuda Pacu Tak Diinginkan menjadi Ratu Tak Terkalahkan

YouTube Baharna TV

SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda Indonesia, nama Ratu Mayangkara bukan sekadar juara, dia adalah legenda. Seekor kuda betina berwarna Jragem yang awalnya dianggap “biasa saja”, hampir dijual, tak diinginkan pelatih, bahkan sempat tak terawat. Namun takdir berkata lain. 

Dari seekor kuda yang nyaris tak punya masa depan, Ratu Mayangkara menjelma menjadi sang penguasa lintasan, peraih gelar Indonesia Derby 1997, dan mencatatkan rekor kemenangan 100% sepanjang kariernya.

Awal Mula yang Jauh dari Kata Istimewa

Ratu Mayangkara—dikenal sebagai Maya—lahir 6 Desember 1993 sebagai kuda betina G4, anak dari pejantan Sabeil dan induk Ratu Mandura. Namun silsilahnya dianggap tidak cukup mentereng dibanding kuda-kuda calon juara lainnya.

Pemilik pertamanya, Ibu Soehardjono, berencana menjual Maya kepada seorang pemilik kuda bernama Iwan Lie. Tapi ketika itu, Iwan menolak. Alasannya sederhana: Maya tak menunjukkan predikat istimewa.

Kemudian Maya hampir dibeli oleh seorang pemilik dari Jawa Tengah. Tapi entah bagaimana, pembelian itu dibatalkan. Dan sejak saat itu, nasib Maya seperti menggantung.

Hingga suatu hari, Iwan melihat Maya kembali. Kali ini dalam kondisi yang memprihatinkan, kurus, kusam, dan tak terurus, berdiri sendirian di kandang belakang.

Ibu Soehardjono menawarinya lagi: “Kalau mau… ambil saja Maya.” Melihat keadaan Maya, hati Iwan tersentuh.
Ia pun memutuskan mengambil kuda yang dulu ditolaknya itu.
 

Tak Ada Pelatih yang Mau hingga Datanglah Harapan

Namun setelah berada di tangan Iwan, masalah baru muncul. Tidak ada satu pun pelatih yang bersedia melatih Maya. Hingga muncullah sosok Wahono AT, seorang pelatih yang mau mencoba.

Dengan penuh kesabaran, ia melatih Maya hingga siap debut di Pemula A/B tahun 1996. Namun debut itu membawa kabar buruk, Maya cedera dan harus istirahat selama enam bulan. Bagi kuda pacu, enam bulan bisa berarti akhir karier. Tapi tidak bagi Ratu Mayangkara.

Setelah pulih, Maya kembali berlatih. Semangatnya menyala, dan semuanya diarahkan untuk satu tujuan besar: Indonesia Derby 1997.

Strategi Gila di Babak Penyisihan

Menjelang penyisihan, Iwan berdiskusi serius dengan joki Maya, Willy Wewengkang. Ia berkata bahwa Maya adalah favorit, dan karena itu bisa saja “diganggu” lawan di lintasan.

Selain itu, Maya bukanlah kuda super cepat seperti seniornya, Lady Centavo. Maka Iwan menyarankan strategi yang tak biasa:
Jadikan Maya end closer, biarkan di belakang, lalu kejar di akhir. Sang pelatih setuju. Dan strategi itu terbukti jitu.

Di balapan penyisihan, Maya yang awalnya berada di urutan paling belakang, mulai merambat naik. Satu demi satu lawan ia salip dengan ritme stabil, hingga akhirnya menjadi juara penyisihan. Sinyal kuat. Maya bukan kuda sembarangan.

Indonesia Derby 1997: Ketika Ratu Menunjukkan Taringnya

Semua orang mengira Ratu Mayangkara akan kembali bermain dengan gaya yang sama: end closer. Para rival menunggu Maya di belakang. Namun di hari final, Maya justru tampil dengan strategi yang berbeda total. Begitu gerbang start terbuka, Maya langsung memimpin!
 

Ia berlari berdampingan dengan tiga pesaing kuat lainnya. Lintasan memanas. Publik terkejut. Di 800–600 meter sebelum finish, joki Willy memberikan tanda. Dan Ratu Mayangkara menjawab.

Ia tancap gas dengan akselerasi yang membuat penonton terpana. Satu demi satu kuda mulai tertinggal jauh. Maya 'terbang' di lintasan seperti ratu yang sudah menemukan takhtanya.

Ketika menyentuh garis finish, Ratu Mayangkara unggul lima panjang kuda dari lawannya. Penonton bersorak. Legenda lahir hari itu.

Usai meraih kejayaan di lintasan, Ratu Mayangkara langsung dipensiunkan dan menjalani peran baru sebagai indukan. Ia tak pernah kembali berlari, tetapi warisannya diteruskan oleh keturunannya.

Anak pertamanya bernama Lambang Sari. Meski namanya tidak tercatat dalam studbook, Lambang Sari justru tampil sebagai salah satu kuda unggulan di Indonesia Derby 2003.

Performa terbaiknya muncul pada pacuan bulan Mei, tepatnya di Triple Crown Seri II, ketika Lambang Sari berhasil meraih juara pertama. Pencapaian ini menjadikannya kuda KPI pertama yang memenangkan salah satu seri Triple Crown.

Namun nasib berkata lain. Saat Final Indonesia Derby 2003, Lambang Sari mengalami masalah di dalam starting gate. Ia cedera sesaat sebelum start dan tak dapat tampil maksimal, membuat peluangnya untuk meraih titel besar itu sirna.

Meski begitu, perjalanan Lambang Sari tetap dikenang sebagai bukti bahwa darah juara dari Ratu Mayangkara tidak pernah hilang, meski sang anak harus menghadapi kisah manis dan getirnya pacuan kuda.

(Sumber: FB IGUTIULS, YouTube Baharna TV, Studbook.or.id)

Sponsored Ad
Komisi Equestrian Siapkan 10 Kejuaraan Level FEI untuk Tingkatkan Pembinaan Atlet Indonesia Komisi Equestrian Siapkan 10 Kejuaraan Level FEI untuk Tingkatkan Pembinaan Atlet Indonesia

Komisi Equestrian Siapkan 10 Kejuaraan Level FEI untuk Tingkatkan Pembinaan Atlet Indonesia

Baca Selengkapnya
Pemprov Jabar Raih Indonesia Rising Stars Award 2026, Diapresiasi atas Inovasi Pelayanan Publik Pemprov Jabar Raih Indonesia Rising Stars Award 2026, Diapresiasi atas Inovasi Pelayanan Publik

Pemprov Jabar Raih Indonesia Rising Stars Award 2026, Diapresiasi atas Inovasi Pelayanan Publik

Baca Selengkapnya
Musim Baru Langsung Panas, Aragon Berjaya di Hub Equestrian Championship 2026 Musim Baru Langsung Panas, Aragon Berjaya di Hub Equestrian Championship 2026

Musim Baru Langsung Panas, Aragon Berjaya di Hub Equestrian Championship 2026

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Apa Itu Jateng Derby 2026? Apa Itu Jateng Derby 2026?

Apa Itu Jateng Derby 2026?

Baca Selengkapnya
Mengapa Posisi Starting Gate Bisa Menentukan Hasil Balapan? Mengapa Posisi Starting Gate Bisa Menentukan Hasil Balapan?

Mengapa Posisi Starting Gate Bisa Menentukan Hasil Balapan?

Baca Selengkapnya
Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Kuda Pacu Berkeringat Busa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kenapa Hidung Kuda Pacu Pakai “Plester” di Balapan? Bukan Aksesoris! Kenapa Hidung Kuda Pacu Pakai “Plester” di Balapan? Bukan Aksesoris!

Kenapa Hidung Kuda Pacu Pakai “Plester” di Balapan? Bukan Aksesoris!

Baca Selengkapnya
Apakah Kuda Pacu “Puasa” Sebelum Balapan? Apakah Kuda Pacu “Puasa” Sebelum Balapan?

Apakah Kuda Pacu “Puasa” Sebelum Balapan?

Baca Selengkapnya
Mengapa Unicorn, Legenda Kuda Bertanduk Masih Memikat Dunia? Mengapa Unicorn, Legenda Kuda Bertanduk Masih Memikat Dunia?

Mengapa Unicorn, Legenda Kuda Bertanduk Masih Memikat Dunia?

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Raja Charles III Beri Selamat, Joki Aamilah Aswat Cetak Sejarah Balap Kuda Inggris Raja Charles III Beri Selamat, Joki Aamilah Aswat Cetak Sejarah Balap Kuda Inggris

Raja Charles III Beri Selamat, Joki Aamilah Aswat Cetak Sejarah Balap Kuda Inggris

Joki muda ini jadi perempuan kulit hitam pertama raih kemenangan balap kuda jump di Inggris.

Baca Selengkapnya
Kesalahan Fatal Joki Pemula Kesalahan Fatal Joki Pemula

Kesalahan Fatal Joki Pemula

Pelajaran penting sebelum turun ke lintasan pacu.

Baca Selengkapnya
Finisher Ulung Itu Bernama Syam Wakas Finisher Ulung Itu Bernama Syam Wakas

Finisher Ulung Itu Bernama Syam Wakas

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
Kisah Epick Joki Wink Winkfield, dari Derby ke Pengasingan Kisah Epick Joki Wink Winkfield, dari Derby ke Pengasingan

Kisah Epick Joki Wink Winkfield, dari Derby ke Pengasingan

Baca Selengkapnya
Sprinter Legendaris Think About It Meninggal Dunia Sprinter Legendaris Think About It Meninggal Dunia

Sprinter Legendaris Think About It Meninggal Dunia

Baca Selengkapnya
Perpisahan Frankie Dettori, Sang Maestro Lintasan Pacu Perpisahan Frankie Dettori, Sang Maestro Lintasan Pacu

Perpisahan Frankie Dettori, Sang Maestro Lintasan Pacu

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Langkah Bersejarah Timnas Tent Pegging Indonesia di Pentas Dunia Langkah Bersejarah Timnas Tent Pegging Indonesia di Pentas Dunia

Langkah Bersejarah Timnas Tent Pegging Indonesia di Pentas Dunia

Baca Selengkapnya
Sisi Emosional Kemenangan dan Kekalahan Sisi Emosional Kemenangan dan Kekalahan

Sisi Emosional Kemenangan dan Kekalahan

Cerita yang tak selalu terlihat di lintasan pacu.

Baca Selengkapnya
Mengenal Teknik Dasar Joki Profesional Mengenal Teknik Dasar Joki Profesional

Mengenal Teknik Dasar Joki Profesional

Kunci mengendalikan kuda dan menang di lintasan.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Sosok Yanni Rondonuwu, Joki Tenang yang Selalu Tajam di Momen Penentuan Sosok Yanni Rondonuwu, Joki Tenang yang Selalu Tajam di Momen Penentuan

Sosok Yanni Rondonuwu, Joki Tenang yang Selalu Tajam di Momen Penentuan

Baca Selengkapnya
Tatapan di Lintasan: Emosi Kuda Pacu yang Tak Terucap Tatapan di Lintasan: Emosi Kuda Pacu yang Tak Terucap

Tatapan di Lintasan: Emosi Kuda Pacu yang Tak Terucap

Baca Selengkapnya
Black Mamba, Pendatang Baru yang Mulai Mengintimidasi Lintasan Black Mamba, Pendatang Baru yang Mulai Mengintimidasi Lintasan

Black Mamba, Pendatang Baru yang Mulai Mengintimidasi Lintasan

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Forever Young Pimpin Daftar Bintang dalam Saudi Cup 2026, Lomba Kuda Termahal Dunia Forever Young Pimpin Daftar Bintang dalam Saudi Cup 2026, Lomba Kuda Termahal Dunia

Forever Young Pimpin Daftar Bintang dalam Saudi Cup 2026, Lomba Kuda Termahal Dunia

Baca Selengkapnya
Forever Young Kembali Jadi Sorotan, Saudi Cup 2026 Diprediksi Panas Forever Young Kembali Jadi Sorotan, Saudi Cup 2026 Diprediksi Panas

Forever Young Kembali Jadi Sorotan, Saudi Cup 2026 Diprediksi Panas

Baca Selengkapnya
Kuda Masuk Starting Gate Ternyata Ada Batas Waktunya Kuda Masuk Starting Gate Ternyata Ada Batas Waktunya

Kuda Masuk Starting Gate Ternyata Ada Batas Waktunya

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kenapa Kuda Bisa Didiskualifikasi? Finish Pertama Belum Tentu Menang Kenapa Kuda Bisa Didiskualifikasi? Finish Pertama Belum Tentu Menang

Kenapa Kuda Bisa Didiskualifikasi? Finish Pertama Belum Tentu Menang

Baca Selengkapnya