SARGA.CO - Nama Ka Ying Rising kini berdiri sendirian di puncak dunia balap kuda jarak pendek. Di tengah gemerlap Sha Tin Racecourse, Hong Kong, kuda sprinter terbaik dunia itu kembali menunjukkan mengapa ia disebut berada “di liga yang berbeda”. Kemenangan terbarunya di Longines Hong Kong Sprint bukan sekadar menambah trofi, melainkan menegaskan statusnya sebagai penguasa sprint global.
Dalam ajang bergengsi G1 HK International Sprint (1.200 meter) , bernilai £2,8 juta atau sekitar Rp56 miliar, Ka Ying Rising tampil dominan sejak pintu start terbuka. Kuda bintang asal Hong Kong itu memimpin balapan dari awal hingga akhir, meninggalkan para rival internasionalnya tanpa kesempatan berarti. Kemenangan ini menjadi yang ke-16 secara beruntun, sebuah rekor luar biasa di level tertinggi pacuan kuda dunia.
Setahun sebelumnya, ajang ini menjadi panggung kemenangan Grup 1 pertama Ka Ying Rising. Sejak saat itu, performanya justru terus menanjak. Ia tak hanya konsisten, tetapi semakin matang dan mematikan. Bahkan sebelum balapan dimulai, publik dan bursa taruhan telah memprediksi hasilnya. Dari 13 peserta, favorit kedua dilepas dengan odds tinggi, sebuah indikasi betapa dominannya Ka Ying Rising di mata dunia.
Dominasi sprinter berusia lima tahun ini bukan cerita baru. Pada Oktober lalu, ia sukses menaklukkan The Everest, balapan sprint paling prestisius di Australia dengan hadiah £10 juta atau sekitar Rp200 miliar, mengalahkan kuda-kuda terbaik Negeri Kanguru. Kemenangan itu memperkuat reputasinya sebagai sprinter lintas benua yang tak terbendung.
Dengan kemenangan di Hong Kong Sprint, total pendapatan Ka Ying Rising kini telah melampaui £13 juta atau sekitar Rp260 miliar. Angka fantastis tersebut menjadi cerminan kualitas, konsistensi, dan daya tariknya sebagai ikon pacuan kuda modern
Di lintasan Sha Tin, Ka Ying Rising tampil nyaris sempurna. Mengambil inisiatif sejak awal, ia membuka jarak begitu memasuki lintasan lurus. Tanpa tekanan berarti, joki Zac Purton bahkan bisa mengendurkan pacuan di meter-meter akhir. Selisih kemenangan mencapai hampir empat panjang badan—sebuah margin yang jarang terlihat di level elit.
Di balik performa luar biasa itu, pelatih David Hayes menyebut bahwa sinyal kehebatan Ka Ying Rising sudah terlihat sejak pekan menjelang lomba. Kuda ini menunjukkan kondisi fisik dan mental yang ideal, seolah siap memenuhi ekspektasi besar publik. Dan pada hari balapan, ia benar-benar menjawab semua harapan tersebut.
Ka Ying Rising kini bukan sekadar juara, melainkan simbol supremasi sprint dunia. Di era persaingan global yang semakin ketat, ia berdiri sebagai standar emas, kuda yang membuat rival-rivalnya berlomba bukan untuk menang, melainkan sekadar memperebutkan posisi di belakangnya.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Install SARGA.CO News
sarga.co