SARGA.CO - Di tengah gegap gempita Piala Raja Hamengku Buwono X 2025 di Lapangan Pacuan Sultan Agung, Yogyakarta, ada satu momen yang membuat penonton tersenyum dan justru menjadi perbincangan: penampilan seekor kuda putih mungil bernama Asahi.
Asahi, kuda berusia 2 tahun dengan tinggi 128,5 cm, turun di kelas I/J 1.000 meter pada ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) tersebut pada 9 November 2025. Dengan ukuran kecil dan warnanya yang mencolok, ia langsung menyedot perhatian begitu memasuki arena. Namun, yang membuat Asahi semakin diingat bukanlah podium—melainkan caranya menyelesaikan balapan.
Asahi yang mewakili King Stable, ditunggangi joki Eko Budi Santoso dan dilatih Rulli Soleran, mengalami late start begitu gate dibuka. Saat 11 kuda lain langsung melesat, Asahi tertinggal jauh sejak langkah pertama.
Penonton sempat mengira ia tidak akan melanjutkan lomba. Namun Asahi tetap berlari, pelan tapi pasti, menjaga ritme seperti sedang menjalani latihan.
Finis Paling Terakhir, Tapi Justru Paling Menarik
Meski tertinggal sangat jauh, Asahi akhirnya menyentuh garis finish dengan gaya santai, seolah-olah bukan sedang bertanding di kompetisi nasional yang bergengsi.
Justru karena itulah Asahi menjadi salah satu kuda paling dibicarakan setelah lomba. Tidak semua kuda yang datang untuk menang; sebagian datang untuk belajar, berkembang, dan memberi warna pada dunia pacuan.
Usia Asahi baru 2 tahun, masih sangat belia dalam dunia pacuan. Pada usia itu, sebagian kuda bahkan belum siap tampil. Bagi Asahi, keikutsertaannya di Piala Raja hanyalah langkah pertama menuju pengalaman yang lebih besar.
Install SARGA.CO News
sarga.co