SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda, pertanyaan soal kuda betina vs kuda jantan selalu mengundang perdebatan panjang. Siapa yang lebih cepat? Siapa yang lebih konsisten? Dan apakah jenis kelamin benar-benar memengaruhi hasil balapan?
Faktanya, sejarah mencatat bahwa baik betina maupun jantan sama-sama bisa jadi juara. Namun, keduanya memiliki karakteristik fisik dan psikologis yang berbeda, yang membuat perbandingan ini semakin menarik.
Secara biologis, kuda jantan (terutama yang masih utuh atau stallion) biasanya memiliki Otot lebih besar, struktur tubuh lebih padat dan daya ledak tinggi di awal lintasan. Inilah alasan kenapa di banyak kejuaraan, jantan lebih mendominasi secara kuantitas di daftar pemenang. Mereka juga cenderung lebih agresif dan siap bersaing dalam balapan cepat.
Meski kalah dari segi kekuatan, kuda betina punya keunggulan di aspek lain: Lebih stabil secara emosi, mudah diarahkan oleh joki dan konsisten dalam ritme balapan. Banyak joki mengatakan bahwa betina lebih responsif terhadap instruksi dan tidak mudah terdistraksi oleh kuda lain, terutama dalam pacuan jarak menengah hingga jauh.
Fakta Balapan: Betina Pernah Mengalahkan Semua
Dalam sejarah pacuan dunia, ada banyak kuda betina yang tidak hanya menang melawan sesama betina, tapi juga mengalahkan kuda-kuda jantan unggulan. Contohnya:
Zenyatta (AS): Betina yang tak terkalahkan dalam 19 balapan berturut-turut, termasuk melawan jantan.
Almond Eye (Jepang): Menang dalam berbagai kompetisi campuran dan Triple Tiara.
Liberty Island (Jepang): Menyapu bersih Triple Tiara 2023.
Di Indonesia pun, nama-nama seperti Princess Gavi sudah mulai menunjukkan tajinya dengan mengungguli jantan di babak penyisihan Derby.
Banyak balapan memisahkan kelas betina (fillies/mares) dan jantan (colts/stallions), untuk menjaga keseimbangan kompetisi. Namun, di balapan besar seperti Derby atau Triple Crown, keduanya seringkali digabung. Ini memberi kesempatan bagi kuda betina untuk membuktikan kualitasnya di ajang tertinggi.
Betina atau jantan, keduanya punya potensi untuk menjadi juara. Dalam dunia pacuan, kecepatan, konsistensi, pelatihan, dan koneksi dengan joki seringkali lebih menentukan dibanding jenis kelamin semata. Jadi saat kuda seperti Princess Gavi menyalip King Argentine, atau ketika betina unggul di lintasan, itu bukan soal mengejutkan, tapi bukti bahwa lintasan tidak memihak siapa pun, hanya kepada yang siap.
Install SARGA.CO News
sarga.co