SARGA.CO - Industri balap kuda global menghadapi fenomena unik yang datang dari dunia hiburan Jepang, Uma Musume: Pretty Derby. Meski terinspirasi langsung dari kuda pacu nyata, para pemangku kepentingan balap kuda justru mengakui belum memiliki strategi jelas untuk memanfaatkan popularitas franchise tersebut.
Fenomena ini menjadi sorotan setelah diskusi di sebuah konferensi internasional di Paris, ketika perwakilan industri balap kuda Jepang mengungkapkan bahwa hubungan resmi dengan franchise tersebut praktis tidak ada.
Dikembangkan oleh perusahaan game Jepang Cygames, Uma Musume pertama kali diumumkan pada 2016 dan akhirnya dirilis sebagai game mobile pada 24 Februari 2021. Franchise ini kemudian berkembang menjadi anime, manga, konser musik, hingga berbagai kolaborasi media lainnya.
Konsepnya cukup unik, kuda pacu legendaris di dunia nyata diubah menjadi karakter “gadis kuda” atau horse girls yang memiliki cerita karier balap yang mengikuti perjalanan kuda aslinya. Beberapa karakter populer di antaranya terinspirasi dari kuda terkenal seperti Oguri Cap, Special Week, Tokai Teio, dan Mejiro McQueen.
Kesuksesan game ini sangat besar. Versi Jepang saja telah melampaui 30 juta unduhan, menjadikannya salah satu game mobile paling populer di Jepang pada masa setelah pandemi.
Popularitas Uma Musume ternyata memberi dampak nyata pada dunia balap kuda. Banyak pemain yang sebelumnya tidak tertarik pada olahraga ini mulai menonton balapan sungguhan karena ingin melihat kuda asli yang menginspirasi karakter favorit mereka.
Fenomena ini mengingatkan pada efek video game Derby Stallion pada era 1990-an yang juga sempat meningkatkan minat masyarakat terhadap balap kuda di Jepang.
Sebagian fans bahkan mulai datang langsung ke arena balap untuk melihat keturunan kuda legendaris tersebut. Dengan kata lain, franchise anime dan game ini berhasil menjembatani dunia hiburan digital dengan olahraga tradisional.
JRA Pernah Promosi, Tapi Tidak Berlanjut
Meski begitu, keterlibatan resmi industri balap kuda ternyata sangat terbatas. Menurut keterangan Japan Racing Association (JRA), mereka pernah melakukan promosi Uma Musume di beberapa arena balap pada 2018, termasuk menampilkan iklan, menjual merchandise, dan membagikan suvenir kepada pengunjung pada ajang Yasuda Kinen di Tokyo Racecourse.
Namun setelah itu, tidak ada kerja sama lanjutan yang signifikan.
Seorang perwakilan JRA, Dr. Kikuta, bahkan menyatakan bahwa saat ini tidak ada hubungan langsung dengan franchise tersebut. “Sebenarnya kami tidak memiliki hubungan langsung dengan Uma Musume,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fenomena game tersebut memang luar biasa tetapi sulit untuk diintegrasikan secara resmi dengan industri balap kuda.
Sejumlah pengamat menilai industri balap kuda terlalu lambat memanfaatkan peluang besar dari fenomena budaya pop ini. Padahal, Uma Musume telah membuktikan bahwa cerita dan sejarah kuda pacu dapat menarik generasi baru penggemar melalui medium game dan anime.
Dengan jutaan pemain dan komunitas penggemar yang terus berkembang, banyak pihak percaya bahwa kerja sama yang lebih erat antara industri balap dan franchise ini berpotensi membawa penonton baru ke arena balap.
Namun hingga saat ini, peluang tersebut masih belum dimanfaatkan sepenuhnya.
(Sumber: Idol Horse)
Install SARGA.CO News
sarga.co