SARGA.CO- Sir Delius meraih kemenangan penting di ajang Queen Elizabeth Stakes (G1), Australia, Sabtu (11 April 2025).
Lapangan Pacu Randwick Racecourse, Sydney menjadi saksi kembalinya Sir Delius berjaya di kelas teratas lintasan pacu Negeri Kangguru.
Kemenangan Sir Delius makin manis, lantaran dia sekaligus mengakhiri catatan kemenangan sempurna, 11 kali beruntun, dari Autumn Glow.
Queen Elizabeth Stakes adalah salah satu balapan kuda Grup 1 (G1), kasta tertinggi di pacuan kuda dunia, total hadiahnya mencapai AU$5 juta (sekitar Rp 50 miliar). Balapan yang dimenangkan Sir Delius adalah jarak 2.000 m.
Sementara Randwick merupakan salah satu lapangan pacuan kuda paling ikonik di Sydney. Queen Elizabeth Stakes adalah puncak dari rangkaian musim gugur di Australia (antara April-Mei), kuda-kuda terbaik di negara itu bersaing di sini.
Balapan kali ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembalinya Sir Delius sebagai salah satu kuda elite di Australia. Petulangannya musim semi 2025 lalu, sempat terganggu karena masalah kesehatan.
Pada debutnya di pacuan Australia tahun lalu, dia meraih kemenangan pada ajang Chairman's Handicap (G3) di Doomben, Queensland. Dia melanjutkan dengan kemenangan bergengsi di kejuaraan musim semi; Underwood Stakes (G1) di Caulfield dan Turnbull Stakes (G1) di Flemington, keduanya di Melbourne.
Kemenangan impresif di G1 menjadikannya calon favorit untuk dua balapan paling bergengsi di Australia; Cox Plate (G1) dan Melbourne Cup (G1). Langkah tersebut terganjal karena hasil pemeriksaan dokter hewan Racing Victoria (otoritas balap kuda Victoria), menemukan hasil pemindaian tulang yang mengkhawatirkan.
Sir Delius terpaksa absen dari sisa musim semi. Dunia balap Australia dibuat kecewa.
Pelatih duet Gai Waterhouse dan Adrian Bott—nama besar dalam dunia pelatih Australia—dengan sabar mempersiapkan Sir Delius untuk musim gugur. Hasilnya belum sempurna di awal: ia finis ketiga di Verry Elleegant Stakes (G1) dan kedua di Ranvet Stakes (G1). Tapi tanda-tanda bahwa ia sudah kembali ke puncak performa semakin jelas.
Dan di Queen Elizabeth Stakes, semua itu meledak menjadi kenyataan.
Lawan terberat Sir Delius adalah Autumn Glow—kuda betina dengan rekor belum pernah kalah sekalipun dalam 11 balapan sebelumnya.
Bermodal rekor sempurna itu, publik menanti rentetan kemenangan yang terus berlanjut. Namun, di Queen Elizabeth Stakes adalah pertama kali Autumn Glow berpacu di lomba di atas 1.600 meter. Di jarak 2.000 meter, tidak ada yang tahu kemampuannya.
Joki Craig Williams memanfaatkan kesempatan itu. Ia memposisikan Sir Delius di urutan keempat sejak awal, tepat di depan Autumn Glow, menunggu saat yang tepat. Ketika kecepatan meningkat di 800 meter terakhir, Williams perlahan mengarahkan kudanya ke depan.
Di lintasan lurus menuju garis finis, Autumn Glow mulai mendekat. Namun langkahnya tidak sekuat di lomba sebelumnya. Jarak 2.000 meter agaknya terlalu berat.
Sementara itu, Sir Delius berlari lurus tanpa gangguan. Dua kali cambukan di 150 meter terakhir memastikan kemenangannya dari pesaing terdekat, Lindermann, yang melempar Autumn Glow ke posisi ketiga.
Sir Delius ini menatap ke kejuaraan bergengsi di musim semi Australia (Oktober-November). Cox Plate dan Melbourne Cup yang diincarnya tahun lalu menjadi target prestisius yang masuk akal untuk diraih.
Install SARGA.CO News
sarga.co