SARGA.CO - Dua ekor kuda King Halim Stable, Clover the King dan Scarlett the Queen menuntaskan masa baktinya bersama stable biru kotak-kotak tosca itu. Dua kuda usia 2 tahun itu resmi berpindah kepemilikan ke Djon's Stable usai gelaran Indonesia Derby 2026.
Berdasar informasi yang SARGA kumpulkan dari sejumlah pihak, biaya transfer dua ekor kuda itu mencapai Rp1,5 miliar, dengan salah satunya berharga Rp800 juta sementara yang lainnya seharga Rp700 juta. Soal kepindahan dua kuda ini juga sudah dikonfirmasi kubu King Halim Stable.
Di Indonesia Derby 2026, dua kuda itu juga sudah mulai transisi ke kubu kotak-kotak hijau, Djon's. Meski masih di bawah bendera Jawa Barat, keduanya terdaftar di bawah King Halim & Djon's Stable. Selain itu, Scarlett the Queen yang mengamankan posisi kedua Kelas Pemula 2 Tahun C/D juga terlihat menggunakan selimut kotak-kotak hijau tua Djon's saat menerimakan piala juara.
Sementara itu pihak Djon's juga mengkonfirmasi proses transfer dua kuda ini. Sepulang dari Indonesia Derby 2026, Pangandaran, Scarlett dan Clover sudah ikut rombongan Djon's kembali ke Bantul. Pelatih Djon's Ardhi Wijaya menjelaskan kalau proses transaksi dirampungkan setelah dua kuda itu lolos ke babak final Indonesia Derby 2026.
"Hari minggu, 1 minggu sebelum lari final [Indonesia Derby 2026]," tutur Ardhi saat berbicara dengan SARGA, Rabu (29 Juli 2026).
Dia juga mengatakan kalau sudah mengincar Clover the King dari jauh-jauh hari. Ardhi memproyeksikan kuda itu P. Srikandi Borneo dan P. Dewi Kunti sebagai calon Derby untuk tahun depan. Sementara itu Scarlett, P. Arimbi Borneo, P. Werkudoro akan dilatih untuk persiapan kelas Remaja.
Tahun 2026, Clover the King baru dua kali menjajal arena pacu. Kesempatan pertama datang pada IHR Triple Crown Serie 1 dan Pertiwi Cup, Mei lalu. Di race kelas perdananya, jarak 1.000 meter dia menjadi juara 1.
Di Indonesia Derby 2026 lalu, Clover kembali berlari. Di babak penyisihan dia menjadi yang terdepan di Kelas 2 Tahun A/B Heat 2 jarak 1.400 meter. Bahkan rekor waktunya jadi yang terbaik membuatnya mendapat pelana 1. Sayangnya di babak final dia tercecer di garis belakang dan gagal mengejar ketinggalan jelang finis.
Sementara Scarlett the Queen lebih impresif lagi. Sejak debutnya di Piala Mangkunegaran dan Triple Crown Serie 2, dia turun di Kelas Perdana C/D, jarak 800 meter. Hal itu berlanjut di Kelas Pemula C/D Piala Paku Alam, 1.000 meter dan babak penyisihan Indonesia Derby 2026, 1.200 meter. Di semua race yang dia turun itu dia menjadi juara 1.
Di final Indonesia Derby, rekor selalu juaranya itu hampir berlanjut. Sayang di home straight, P. Arimbi Borneo mencuri kemenangan yang membuat Scarlett harus puas di posisi kedua. Namun performa apiknya ini membuat Scarlett sangat mungkin menjadi penerus Fiona of Khalim di Kelas Remaja tahun depan.
Melihat harga kuda yang melonjak tinggi, Ketua Komisi Paci Kuda PP PORDASI, H.M. Munawir menyambut baik. Hal itu, menurut dia akan mendorong peternak untuk mau berusaha menghasilkan kuda berprestasi yang lebih unggul. “Alhamdulillah bisa menyemangati peternak-peternak. Jadi nanti ke depannya saya yakin akan lebih, karena hadiahnya juga banyak sehingga istilahnya tantangannya itu orang-orang baru pemilik baru banyak,” jelasnya.
Munawir menilai antusiasme para pemilik kuda, baik baru maupun lama terus meningkat, karena melihat peluang prestasi yang menjanjikan. Bahkan menurutnya, tidak sedikit calon pemilik yang ingin segera memiliki kuda berkualitas agar mampu bersaing dalam ajang-ajang nasional. “Makanya itu kemarin habis pengisian dibayar dua ekor Rp1,5 miliar,” ujarnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co