Kabar baik bagi komunitas olahraga berkuda Indonesia datang dari Komite Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC). Pentas olahraga prestitius dunia, Olimpiade Los Angeles (LA) 2028, dipastikan menggelar pertandingan cabang olahraga berkuda kategori eventing (tri lomba).
Pengumuman ini menjawab kecemasan komunitas berkuda internasional, termasuk Indonesia, usai muncul ketidakpastian akan keberlanjutannya paska Olimpiade Paris 2024 lalu.
Dalam konferensi pers Senin, 14 April 2025, IOC telah menetapkan kuota atlet Olimpiade LA 2028 sebanyak 10.500 atlet, sama dengan Olimpiade Paris 2024. Dari kuota tersebut, sebanyak 200 atlet akan berkompetisi dalam cabang olahraga berkuda.
Tiga cabang olahraga berkuda akan dipertandingkan yaitu lompat rintangan (show jumping) dengan kuota peserta 75 atlet, tunggang serasa (dressage) 60 atlet, dan tri lomba (eventing) 65 atlet.
ujar Direktur Eksekutif Olimpiade IOC, Christophe Dubi
Pengumuman resmi IOC tersebut disambut antusias oleh komunitas berkuda di berbagai negara. Presiden édération Equestre Internationale (FEI), Ingmar De Vos bahkan menyebutnya sebagai kabar luar biasa karena jumlah kuota yang ditetapkan tidak berubah.
`Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 terbukti sangat sukses bagi cabang berkuda, dengan tingkat penonton langsung dan daring yang tinggi. Kami menantikan untuk menghadirkan olahraga yang seru dengan standar tertinggi di Los Angeles,” ujarnya dikutip Sarga dari laman Pordasi.id.
Meski sudah ada kepastian kategori Eventing bakal dipertandingkan, sejumlah elemet penting seperti format pertandingan dan kreiteria kualifikasi nasional masih menunggu finalisasi.
Usulan sistem kualifikasi telah dibahas dalam Forum Olahraga FEI 2025 dan akan diajukan dalam Sidang Umum FEI tahun ini, sebelum disahkan oleh IOC.
Antusiasme juga datang dari Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI) yang menegaskan komitmennya untuk membina atlet dan infrastruktur berkuda nasional menuju pentas dunia.
Ketua Umum PP PORDASI, Aryo PS Djojohadikusumo, menyatakan bahwa organisasinya telah menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang, termasuk kunjungan kerja dan mendorong pelibatan atlet PP dalam kejuaraan internasional di Prancis pada Maret 2025 lalu.
`Kami belajar banyak dari bagaimana Prancis mengelola race course dan pusat pelatihan. Ini adalah contoh konkret yang bisa ditiru untuk meningkatkan kualitas fasilitas berkuda di Indonesia,” jelas Aryo yang mengunjungi pusat pelatihan Eventing di Saumur dan menyaksikan Grand National Eventing.
Dengan adanya kepastian tentang kuota dan disiplin yang dipertandingkan, PP PORDASI kini akan fokus pada peningkatan pembinaan atlet, seleksi nasional, dan penguatan infrastruktur.
Informasi resmi mengenai sistem kualifikasi akan sangat menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan Indonesia bersaing dalam kualifikasi Olimpiade untuk pertama kalinya dalam disiplin Eventing.
Install SARGA.CO News
sarga.co