test

Better experience in portrait mode.
Lovcen menang tipis di Japanese Derby (G1)

Lovcen Sapu Double Crown Jepang, Selangkah Lagi Menuju Triple Crown

SARGA.CO – Lovcen semakin dekat dengan keabadian dalam sejarah pacuan kuda Jepang. Kuda jantan berusia tiga tahun itu sukses menjuarai Tokyo Yushun atau Japanese Derby (G1) di Tokyo Racecourse, Minggu (31/5/2026).

Kemenangan itu menyempurnakan raihan Double Crown setelah sebelumnya memenangkan Satsuki Sho (G1) pada April lalu.

Kemenangan tersebut menjadikan Lovcen sebagai kuda ke-25 dalam sejarah Jepang yang mampu memenangi dua leg awal Triple Crown, pertama sejak Contrail melakukannya pada 2020. Dengan hanya menyisakan Kikuka Sho sebagai leg terakhir, peluang Lovcen untuk meraih Triple Crown kini terbuka lebar. Putra World Premiere itu juga berhasil menegaskan dominasinya atas angkatan kelahiran 2023 yang berjumlah 7.944 ekor thoroughbred, sekaligus memperkuat statusnya sebagai kuda tiga tahun terbaik Jepang saat ini.

Duel Sengit di Lintasan Lurus

Balapan Derby Jepang ke-93 berlangsung sesuai ekspektasi sebagai panggung terbesar bagi kuda-kuda tiga tahun terbaik Negeri Sakura.

Meisho Hachiko mengambil inisiatif memimpin sejak awal, sebelum posisi terdepan direbut oleh Realize Sirius saat balapan memasuki fase tengah. Tempo lomba mulai meningkat ketika rombongan memasuki tikungan terakhir.

Basse Terre menjadi kuda pertama yang melancarkan serangan serius dan sempat memimpin sekitar 300 meter menjelang finis. Namun ancaman sesungguhnya datang dari dua kuda yang melesat dari belakang, yakni Peintre Naif dan Lovcen.

Peintre Naif lebih dahulu mencapai garis depan dan tampak berada di jalur kemenangan. Akan tetapi, Lovcen yang terus mendapat dorongan dari Joki Kohei Matsuyama memperlihatkan akselerasi luar biasa dari sisi luar lintasan.

Japan Racing Association

Dalam beberapa langkah terakhir, Lovcen perlahan menutup selisih sebelum akhirnya menyodok unggul tepat di garis finis. Ia menang dengan margin head atas Peintre Naif, sementara Basse Terre finis ketiga dengan jarak tiga perempat panjang kuda dari posisi kedua.

Lovcen menyelesaikan jarak 2.400 meter dalam waktu 2 menit 22,7 detik.

Unjuk Fleksibilitas Lovcen dan Kepiawaian Matsuyama

Menurut laporan Netkeiba, kemenangan di Japanese Derby menunjukkan sisi lain dari kemampuan Lovcen.

Saat memenangi Satsuki Sho bulan lalu, ia tampil dominan dengan memimpin balapan sejak start hingga finis. Namun di Derby, Lovcen justru dipaksa beradaptasi setelah memulai lomba dari gate 17 dan tidak memperoleh posisi ideal di awal perlombaan.

Alih-alih memaksakan diri ke depan, Matsuyama memilih menempatkan tunggangannya di kelompok tengah sambil menunggu momentum. Strategi tersebut terbukti tepat ketika Lovcen mampu melepaskan sprint tajam pada fase akhir balapan.

Kemampuan untuk menang dengan dua gaya berbeda, baik sebagai pemimpin lomba maupun pemburu dari belakang, menjadi bukti fleksibilitas yang jarang dimiliki kuda tiga tahun seusianya.

Gelar Japan Derby Pertama Bagi Joki dan Pelatin

Kemenangan ini memiliki arti khusus bagi Kohei Matsuyama dan pelatih Haruki Sugiyama. Keduanya akhirnya meraih gelar Japanese Derby pertama dalam karier mereka.

Matsuyama mengaku masih sulit mempercayai pencapaian tersebut.

Ia mengungkapkan tekanan besar yang dirasakan sebelum balapan karena Lovcen berstatus favorit utama sekaligus mengemban harapan untuk menjaga peluang meraih Triple Crown.

"Saya masih tidak percaya bahwa sekarang saya adalah seorang joki pemenang Derby. Saat kembali ke tribun dan mendengar sorakan penonton yang luar biasa, saya tidak bisa menahan air mata,"

kata Matsuyama seusai balapan.

Kemangan Lovcen di Japan Derby 2026

"Kami tidak mendapatkan posisi yang ideal karena undian gate yang lebar, tetapi Lovcen sekali lagi menunjukkan akselerasi luar biasa. Itu membuktikan kekuatan dan fleksibilitasnya. Dia masih memiliki potensi besar dan masih banyak hal yang bisa dinantikan darinya," ujarnya.

Misi Menuju Keabadian

Kini seluruh perhatian tertuju pada Kikuka Sho (Japanese St. Leger), leg terakhir Triple Crown Jepang yang akan digelar pada musim gugur mendatang, teaptnya Minggu (25/10/2026) di Kyoto.

Sejarah menunjukkan hanya segelintir kuda yang mampu menyelesaikan misi tersebut. Terakhir kali prestasi itu dicapai adalah oleh Contrail pada 2020.

Setelah menaklukkan Satsuki Sho dan Japanese Derby dengan gaya yang berbeda, Lovcen telah menunjukkan bahwa dirinya memiliki kombinasi kecepatan, stamina, dan mental juara yang dibutuhkan untuk menembus jajaran legenda.

Namun, ada jeda hampir lima bulan antara Derby dan Kikuka Sho. Karena itu, banyak kandidat Triple Crown gagal mempertahankan performa atau bahkan tidak turun di leg terakhir. 

Jarak 3.000 meter juga menjadi ujian stamina yang sangat berbeda dibanding dua seri sebelumnya.

Kemenangan Lovcen di Japan Derby! Kunci Double Crown 2026.

Sponsored Ad
Lovcen Sapu Double Crown Jepang, Selangkah Lagi Menuju Triple Crown Lovcen Sapu Double Crown Jepang, Selangkah Lagi Menuju Triple Crown

Lovcen Sapu Double Crown Jepang, Selangkah Lagi Menuju Triple Crown

Lovcen mengunci kemenangan di Japanese Deby 2026 (G1) dengan jarak 2.400 meter.

Baca Selengkapnya
Siapa Paling Layak Jadi Kuda Pacu Terbaik Australia Tahun Ini? Siapa Paling Layak Jadi Kuda Pacu Terbaik Australia Tahun Ini?

Siapa Paling Layak Jadi Kuda Pacu Terbaik Australia Tahun Ini?

Baca Selengkapnya
Dari Sertifikasi Stable hingga Verifikasi SKI, Langkah Sarga Venue Menuju Racecourse Internasional Dari Sertifikasi Stable hingga Verifikasi SKI, Langkah Sarga Venue Menuju Racecourse Internasional

Dari Sertifikasi Stable hingga Verifikasi SKI, Langkah Sarga Venue Menuju Racecourse Internasional

Tim Sarga Venue terlibat dalam program sertifikasi Best Stable dan pelatihan Verifikator SKI (Sertifikat Kuda Indonesia) yang diselenggarakan PORDASI.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kuda Ternyata Sering Menyembunyikan Rasa Sakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya! Kuda Ternyata Sering Menyembunyikan Rasa Sakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kuda Ternyata Sering Menyembunyikan Rasa Sakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Baca Selengkapnya
Duel 500 M Turob Inat T.A. vs P. Ratu Borneo, 2 Debutan Ketat Sampai Finis Duel 500 M Turob Inat T.A. vs P. Ratu Borneo, 2 Debutan Ketat Sampai Finis

Duel 500 M Turob Inat T.A. vs P. Ratu Borneo, 2 Debutan Ketat Sampai Finis

Turob Inat T.A. bersama Joki Yanni Rondonuwu berhasil memenangkan duel ini dengan jarak hanya setengah panjang kuda.

Baca Selengkapnya
Bukan Editan AI, Kuda Ini Viral karena Wajahnya Mirip Anjing Dalmatian! Bukan Editan AI, Kuda Ini Viral karena Wajahnya Mirip Anjing Dalmatian!

Bukan Editan AI, Kuda Ini Viral karena Wajahnya Mirip Anjing Dalmatian!

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Kuda Sumbar Adik Dominator Bakal Debut di Jawa Kuda Sumbar Adik Dominator Bakal Debut di Jawa

Kuda Sumbar Adik Dominator Bakal Debut di Jawa

Our Asia dari Asia Baru Stable dipersiapkan debut di IHR Juni 2026 mendatang di Bantul, DI Yogyakarta.

Baca Selengkapnya
Blue Blood Berguru ke Pelatih 'Sinyo', Cari Resep Kalahkan Kuda King Halim Blue Blood Berguru ke Pelatih 'Sinyo', Cari Resep Kalahkan Kuda King Halim

Blue Blood Berguru ke Pelatih 'Sinyo', Cari Resep Kalahkan Kuda King Halim

Duke BB akan dipersiapkan lagi untuk menantang Kelas Terbuka 2.000 meter di IHR Juni 2026.

Baca Selengkapnya
Piala Raja Paku Alam 2026: 18 Race Bertarung untuk Total Hadiah Rp600 Juta Piala Raja Paku Alam 2026: 18 Race Bertarung untuk Total Hadiah Rp600 Juta

Piala Raja Paku Alam 2026: 18 Race Bertarung untuk Total Hadiah Rp600 Juta

Laga 'pemanasan' Derby dengan jarak 1.800 meter dan Piala Paku Alam di Kelas Terbuka 2.000 meter jadi sajian utama.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari Tambang
MA Tolak Kasasi, Kepengurusan PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo Sah Sepenuhnya! MA Tolak Kasasi, Kepengurusan PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo Sah Sepenuhnya!

MA Tolak Kasasi, Kepengurusan PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo Sah Sepenuhnya!

PP Pordasi di bawah kepemimpinan Aryo PS Djojohadikusumo optimistis dapat melangkah lebih pasti dalam membangun, mengembangkan, dan memajukan olahraga berkuda di Indonesia.

Baca Selengkapnya
Hercules Jagoan Baru Kelas F, Siap Adu Cepat saat  Kasmaran Kembali Hercules Jagoan Baru Kelas F, Siap Adu Cepat saat  Kasmaran Kembali

Hercules Jagoan Baru Kelas F, Siap Adu Cepat saat Kasmaran Kembali

Baca Selengkapnya
Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Langkah Baru PORDASI Benahi Registrasi Kuda

Seminar ini menjadi upaya Komisi Peternakan, Kesehatan, dan Registrasi Kuda PORDASI untuk menyelaraskan prespsi para verifikator sertifikat kuda Indonsesia.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Romantic Warrior Jadi Abadi, Raih Triple Crown di Hong Kong

Dia juga memecahkan lagi rekornya sebagai kuda dengan pendapatan tertinggi di dunia dengan koleksi total hadiah sebesar HK$288,7 juta (sekitar Rp600 miliar).

Baca Selengkapnya
Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1 Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Seina Imamura Ukir Sejarah, Jadi Joki Wanita Jepang Pertama yang Menang G1

Baca Selengkapnya
Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Bukan Triple Crown Winner, Tapi Nashua Tetap Jadi Legenda Besar

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Dinov Jadi Atlet Berkuda Junior Indonesia Pertama Lolos ke Youth Olympic Games

Baca Selengkapnya
Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Kilau Agatha Star di Tikungan Terakhir, Berujung Naik Podium

Beralih dari Kelas Sprint ke Jarak Menengah, Agatha Star langsung naik podium juara.

Baca Selengkapnya
Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Mengenal Handicap Race, Saat Kuda Terbaik Harus Membawa Beban Lebih Berat

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Gagal Hat-trick, Dominator Persiapkan Rencana Kup War Kudeta

Joki Angel Manarisip dan Pelatih Ardhi Wijaya siap memulai lagi perlawanan terhadap War Kudeta.

Baca Selengkapnya
Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Selamat Jalan Lamaru Wining, Selamat Berlari ke Keabadian

Lamaru Wining disuntik mati pada Kamis (21/5), setelah disuntik mati karena kondisinya yang makin memprihatinkan.

Baca Selengkapnya
Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rangkaian Momen Pacuan Kuda Kali Terakhir Arsenal Juara Premier League 22 Tahun Lalu

Rekor kemenangan Yutaka Take di pacuan Jepang sampai Ghostzapper jadi kuda terbaik di AS.

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Arsari
Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Real Quiet, Kuda yang Kehilangan Triple Crown Hanya karena Selisih Hidung

Baca Selengkapnya
Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Kuda dan Manusia: Hubungan 6.000 Tahun yang Mengubah Dunia

Baca Selengkapnya
Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Di Balik Melejitnya Pacuan Kuda Jepang

Baca Selengkapnya
Sponsored Ad
Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Menanti Anak Da Vinci Eclipse x Wonder Land

Setelah menjadi kejutan di seri Triple Crown 2025, Wonder Land kini fokus menjadi indukan. Anak pertamanya akan lahir tahun 2026 ini.

Baca Selengkapnya