SARGA.CO - Dalam sejarah pacuan kuda Inggris, nama Tudor Minstrel selalu muncul dengan aura keagungan. Sebelum kemunculan Brigadier Gerard, kuda inilah yang dianggap sebagai miler terbaik abad ke-20. Para penggemar pacuan kuda menyebutnya “tak tersentuh”, sementara joki legendaris Gordon Richards bahkan menilai Tudor Minstrel sebagai kuda terbaik yang pernah ia tunggangi.
Tudor Minstrel adalah kuda pacu asal Inggris yang dilatih oleh Fred Darling, seorang pelatih hebat yang saat itu sedang berjuang dengan masalah kesehatan. Meski begitu, kualitas asuhannya tidak surut. Pada tahun 1946, sebagai kuda dua tahun, Tudor Minstrel tampil luar biasa, tak terkalahkan dalam empat kali start dan langsung memuncaki free handicap.
Dua hal langsung menonjol sejak awal, kecepatan eksplosif dan temperamen kompetitif yang kuat. Semua ini membuat banyak orang yakin bahwa kuda ini ditakdirkan menjadi legenda.
Memasuki musim balap berikutnya, Tudor Minstrel mengawali dengan sebuah lomba persiapan di Bath. Ia menang tanpa perlu usaha, membuatnya menjadi favorit utama untuk balapan prestisius 2000 Guineas. Dan ternyata prediksi publik tepat, bahkan lebih dari itu.
Balapan 2000 Guineas menjadi momen yang selalu dikenang dalam dunia pacuan kuda Inggris. Tudor Minstrel tampil seakan-akan berasal dari dimensi lain. Ketika lomba dimulai, ia meluncur seperti misil, meninggalkan lawannya yang kuat, tanpa ampun.
Penonton di Newmarket hari itu merasa mereka menyaksikan makhluk atletis yang jarang lahir. Akselerasi Tudor Minstrel disebut-sebut seperti Roger Bannister ketika berlari menembus satu mil dalam atletik.
Secara resmi, ia menang 8 panjang. Namun para saksi yakin jaraknya mencapai 11–12 panjang, karena metode pengukuran kala itu terkenal tidak akurat. Apa pun angka resminya, hasilnya jelas: Tudor Minstrel telah menguasai satu mil dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Drama Epsom Derby: Favorit yang Tumbang
Dengan kemenangan luar biasa di Guineas, Tudor Minstrel menjadi favorit mutlak di Epsom Derby, bahkan dengan odds 7-4 — salah satu yang terpendek dalam sejarah Derby.
Namun dua minggu sebelum balapan, masalah muncul. Tudor Minstrel ternyata tidak mampu bekerja dengan baik di trek berbelok kiri. Gordon Richards pun merasakan hal serupa, kuda itu tampak tidak nyaman.
Hasilnya? Salah satu kejutan terbesar abad ke-20. Meski sempat memimpin di Tattenham Corner, Tudor Minstrel akhirnya finis keempat. Ia kehilangan tenaga karena terlalu bersemangat di awal dan, lebih penting lagi, memang tidak mampu menempuh jarak Derby.
Setelah kekecewaan Derby, Tudor Minstrel kembali menunjukkan kualitasnya. Di St James’s Palace Stakes di Ascot, ia kembali menggasak lawan-lawannya dengan mudah. Namun ia kembali kalah di Eclipse Stakes, terutama karena kondisi lintasan yang disiram air, yang lebih menguntungkan lawannya, Migoli.
Meski begitu, Tudor Minstrel mengakhiri karier balapnya dengan gaya meyakinkan. Dalam Knights Royal Stakes di Ascot, ia menang telak dari Vagabond dan menutup kariernya dengan kemenangan yang elegan, meskipun terlihat kelelahan setelah finis.
Sebagai pejantan, Tudor Minstrel membuktikan bahwa kejeniusannya dapat diwariskan. Ia menghasilkan beberapa kuda hebat seperti: Sing Sing, Tudor Melody, Tomy Lee, pemenang Kentucky Derby. Pada 1959, sang bintang pun diekspor ke Amerika untuk meneruskan kontribusinya dalam dunia breeding.
(Sumber: famousracehorses.co.uk)
Install SARGA.CO News
sarga.co