SARGA.CO - Haskell Stakes 2026 menghadirkan salah satu kejutan terbesar dalam musim pacuan kuda Amerika Serikat. Di tengah lintasan berlumpur akibat hujan deras, Baby Vino tampil di luar dugaan untuk mengalahkan juara Preakness Stakes Napoleon Solo dan merebut gelar Grade 1 (G1) Haskell Stakes senilai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) di Monmouth Park, Sabtu, 18 Juli 2026, waktu setempat.
Kuda abu-abu berusia tiga tahun itu mematahkan prediksi banyak pihak. Dengan status outsider (odds 28-1), Baby Vino justru mampu mengalahkan deretan kuda unggulan dalam edisi ke-59 Haskell Stakes, salah satu balapan paling bergengsi bagi kuda Thoroughbred usia tiga tahun di Amerika Serikat.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Baby Vino memperoleh tiket otomatis menuju Breeders' Cup Classic 2026 melalui skema Breeders' Cup Challenge Series: Win and You're In.
Cuaca menjadi tantangan tersendiri sepanjang hari balapan. Hujan deras, petir, hingga kabut asap menyebabkan penyelenggara sempat menunda agenda balapan sebanyak dua kali sebelum Haskell Stakes akhirnya digelar di lintasan lumpur yang teah dipadatkan (sloppy sealed).
Sejak pintu start dibuka, Napoleon Solo yang ditunggangi Paco Lopez langsung mengambil alih pimpinan lomba. Pemenang Preakness Stakes 2026 itu mengendalikan tempo dengan nyaman dan masih memimpin memasuki tikungan terakhir.
Namun dari sisi dalam lintasan, Baby Vino bersama Joki Jorge Vargas Jr. mulai merapat. Keduanya terlibat duel ketat sepanjang stretch sebelum Baby Vino perlahan meninggalkan rivalnya menjelang garis finis.
Meski sempat terjadi kontak ringan di fase akhir yang memicu stewards inquiry, hasil akhir tidak berubah. Baby Vino resmi dinyatakan sebagai pemenang, sementara Napoleon Solo harus puas finis kedua. Posisi ketiga ditempati Iron Honor, disusul The Puma, Further Ado, Star Sweeper, dan Ocelli.
Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Haskell Stakes. Menurut BloodHorse, ini merupakan upset terbesar sejak Skip Trial mengalahkan Spend a Buck pada edisi 1985.
Meski dianggap sebagai kuda nonunggulan, performa Baby Vino sebenarnya terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Putra pejantan Vino Rosso itu datang ke Haskell setelah menang telak lebih dari 10 panjang pada Pegasus Stakes di Monmouth Park. Balapan itu adalah pemanasan resmi menuju Haskell yang digelar pada pertengahan Juni. Selain menang dominan, Baby Vino juga mencatatkan angka performa (speed figure) yang sangat tinggi sehingga mulai menarik perhatian sejumlah pengamat meski peluang kemenangannya tetap dipandang kecil.
Pelatih Lindsay Schultz mengaku kemenangan di Pegasus Stakes menjadi alasan utama timnya berani mengambil risiko tampil di Haskell Stakes.
"Setelah balapan terakhirnya, kami merasa inilah tempat yang tepat untuk mencoba level berikutnya. Jika memang sudah siap naik kelas, kami harus mengambil kesempatan itu," ujar Schultz.
Schultz juga menyebut timnya belum menentukan target berikutnya, tetapi Travers Stakes di Saratoga pada akhir Agustus menjadi salah satu opsi sebelum mempertimbangkan tampil di Breeders' Cup Classic pada Oktober.
Kemenangan Baby Vino juga menghadirkan catatan bersejarah bagi dunia pacuan kuda Amerika.
Lindsay Schultz resmi menjadi pelatih wanita pertama yang berhasil memenangkan Haskell Stakes sejak balapan tersebut pertama kali digelar pada 1968.
Prestasi tersebut melanjutkan tren positif pelatih perempuan di level tertinggi sepanjang musim 2026, setelah sebelumnya Cherie DeVaux mencetak sejarah dengan menjuarai Kentucky Derby.
Schultz, yang baru memulai karier sebagai pelatih utama pada 2021 setelah bertahun-tahun menjadi asisten bagi Tom Proctor, Nick Zito, John Shirreffs, dan Shug McGaughey, menyebut kemenangan Grade 1 pertamanya sebagai pencapaian yang sulit dipercaya.
"Dia memang kuda yang bagus, tetapi ini adalah performa terbaiknya sejauh ini. Yang lebih luar biasa lagi, dia melakukannya di lintasan berlumpur yang belum pernah dia hadapi sebelumnya," kata Schultz.
Sementara itu, favorit balapan Further Ado, pemenang Toyota Blue Grass Stakes (G1), gagal menunjukkan performa terbaiknya. Ditunggangi Irad Ortiz Jr., Further Ado sempat berada di kelompok depan sebelum kehilangan tenaga dan hanya mampu finis di posisi kelima.
Pelatih Napoleon Solo, Chad Summers, mengakui kondisi lintasan kemungkinan memengaruhi performa kudanya.
"Saya tentu kecewa. Sepertinya dia tidak terlalu nyaman dengan kondisi lintasan hari ini. Namun itulah balapan. Selamat untuk Baby Vino," ujar Summers.
Kemenangan di Haskell Stakes menjadikan Baby Vino sebagai salah satu nama baru yang patut diperhitungkan dalam persaingan kuda usia tiga tahun di Amerika Serikat. Dengan tiket menuju Breeders' Cup Classic yang sudah di tangan, perhatian kini tertuju pada apakah performa sensasional di Monmouth Park mampu dilanjutkan saat menghadapi lawan-lawan yang lebih berat pada paruh kedua musim 2026.
Install SARGA.CO News
sarga.co