SARGA.CO — Putaran final Kejuaraan Rallycross Eropa FIA (Euro RX1) 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Lousada, Portugal (11–13 September 2026), menyajikan penutup musim yang dipenuhi drama, benturan keras, hingga aksi heroik.
Mengusung format double-header—dua putaran final yang digelar pada hari Sabtu dan Minggu—persaingan perebutan mahkota juara kelas utama Euro RX1 yang sebelumnya hanya berjarak satu poin antara Andreas Bakkerud dan Johan Kristoffersson akhirnya didominasi oleh bintang asal Swedia, Johan Kristoffersson.
Pada balapan hari pertama (Sabtu), pebalap utam Kristoffersson Motorsport (KMS), Johan Kristoffersson, tidak mengawali pekan dengan mulus. Pada Sesi Kualifikasi 1 (Q1), ia mengalami start yang kurang sempurna hingga posisinya melorot di klasemen sementara menuju babak gugur.
Kesulitan berlanjut pada Q2 saat Kristoffersson harus mengakui keunggulan rival utamanya, Andreas Bakkerud, yang menyalip dari sisi dalam tikungan terakhir setelah mobil Volkswagen milik Kristoffersson terhalang oleh Juha Rytkönen. Hasil tersebut sempat menempatkannya di posisi keempat klasemen sementara.
Namun, mental juara dunia delapan kali ini membuktikan kelasnya. Memasuki Q3, Kristoffersson melesat dari pole position di bawah sengatan cuaca terik Lousada untuk merebut predikat Top Qualifier.
Di babak Semi-Final yang dihelat malam hari di bawah lampu sorot—balapan malam hari pertama dalam sejarah Euro RX—Kristoffersson menahan gempuran Fabien Pailler untuk mengamankan posisi start terdepan di babak Final.
Di babak Final hari pertama, Kristoffersson tampil dominan dari lights-to-flag dan memenangkan balapan dengan keunggulan masif lebih dari 12,5 detik atas Patrick O'Donovan di posisi kedua dan Juha Rytkönen di posisi ketiga. Kemenangan ini membalikkan keadaan dari defisit 1 poin menjadi keunggulan nyaman 36 poin jelang hari terakhir.
Sebelum seri pamungkas di Portugal dimulai, pembalap asal Norwegia, Andreas Bakkerud, tiba sebagai pemuncak klasemen dengan keunggulan tipis 1 poin. Namun, akhir pekan di Sirkuit Lousada berubah menjadi mimpi buruk bagi pengemudi Ford Fiesta dari tim Bergen Motorsport tersebut.
Kesialan Bakkerud dimulai pada Q3 hari Sabtu ketika ia terlibat benturan keras di Turn One bersama Rytkönen dan Ole Christian Veiby. Insiden ini menyebabkan ban mobilnya pecah dan membuatnya kehilangan posisi start depan di babak Quarter-Final.
Di babak Quarter-Final Sabtu, penderitaannya bertambah saat ia melebar bersama Casper Jansson di Turn Two dan menghantam dinding pembatas, memicu ban pecah kedua yang membuatnya gagal menembus babak Semi-Final.
Nasib buruk kembali menimpa Bakkerud pada balapan hari kedua (Minggu). Saat bersaing di babak Semi-Final, mobil Ford Fiesta miliknya mendadak melambat pada lap keempat akibat kendala teknis. Kegagalan melangkah ke babak Final Minggu ini tidak hanya memupus harapannya meraih gelar juara, tetapi juga melempar posisi Bakkerud keluar dari peringkat dua besar klasemen akhir musim.
Memasuki hari kedua (Minggu), Kristoffersson yang memegang keunggulan 36 poin hanya membutuhkan hasil lolos ke Semi-Final untuk mengunci gelar juara European RX1 perdananya. Kristoffersson tampil sempurna dengan menyapu bersih waktu tercepat di sesi Heat (Top Qualifier) dan menjuarai Quarter-Final pertama, yang secara matematis langsung memastikannya sebagai juara musim 2026 bahkan sebelum babak Final dimulai.
Meski juara sudah didapat, lintasan sirkuti Portugal masih menyisakan banyak drama dan aksi. Bahkan di race penutup musim Euro RX 2026 itu bendera merah (Red falg) tanda penghentian lomba sempat berkibar.
Salah satu kejadian yang menarik pertahtian adalah pemadaman api yang dilakukan oleh Juha Rytkönen. Sebelum start, mobil Hyundai i20 miliknya mengeluarkan asap dan kobaran api di grid. Dengan tenang, Rytkönen melepas sabuk pengaman, keluar dari kokpit, membuka kap mesin, dan memadamkan sendiri kobaran api dengan alat pemadam sebelum kembali masuk ke mobil untuk bertanding.
Lalu insiden yang menjadi kejutan dan aksi paling parah (mungkin sepanjang musim) melibatkan bendera merah (Red Flag). Pada start pertama, balapan dihentikan akibat kecelakaan hebat yang melibatkan Ole Christian Veiby dan Nils Volland di Turn One hingga kedua mobil mengalami kerusakan parah.
Tak berhenti sampai situ, di babak final juga sempat terjadi aksi di garis start, Fabien Pailler melesat memimpin balapan. Kontak antara O'Donovan dan Kristoffersson membuat mobil O'Donovan menabrak dinding dan melintir keluar. Pailler yang sempat memimpin kemudian mengalami ban belakang kiri pecah di lap kedua akibat melebar.
Kristoffersson memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil alih pimpinan dan melesat tak terkejar hingga menyentuh garis finis dengan keunggulan fantastis 52 detik atas Pailler. Kristoffersson bahkan sempat melakukan selebrasi donut di tikungan terakhir untuk menghibur para penonton yang memberikan tepuk tangan meriah. Pailler finis sebagai runner-up, disusul Rytkönen di podium ketiga.
Berdasarkan tabel resmi klasemen akhir (Provisional Championship Standing), hasil luar biasa di Portugal membawa Johan Kristoffersson mengumpulkan total 235 poin untuk memenangkan gelar juara Euro RX1 2026.
Peringkat kedua klasemen akhir berhasil direbut oleh pembalap Finlandia, Juha Rytkönen (175 poin), yang menggeser Andreas Bakkerud (171 poin) ke posisi ketiga.
| Pos | Pebalap | Poin |
|-----|------------------------|------|
| 1 | Johan Kristoffersson | 235 |
| 2 | Juha Rytkönen | 175 |
| 3 | Andreas Bakkerud | 171 |
| 4 | Ole Christian Veiby | 144 |
| 5 | Joni Turpeinen | 111 |
| 6 | Patrick O'Donovan | 108 |
| 7 | Fabien Pailler | 86* |
| 8 | Casper Jansson | 72 |
| 9 | Nils Volland | 52 |
| 10 | Oliver O'Donovan | 36 |
Install SARGA.CO News
sarga.co