SARGA.CO - Tidak semua kemenangan lahir dari start yang sempurna. Artemis membuktikannya saat turun di Kelas E jarak 1.200 meter, IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026.
Memulai balapan dari gate 4, kuda ini justru tertinggal di belakang rombongan tak lama setelah pintu start dibuka. Ketika empat rival lain berebut posisi di depan, joki Salaman Farid memilih tetap tenang. Alih-alih memaksa masuk ke dalam kerumunan, ia membawa Artemis ke sisi luar lintasan dan membiarkannya menemukan ritme sendiri.
Keputusan itu menjadi titik balik balapan. Memasuki 500 hingga 400 meter terakhir, Artemis mulai meningkatkan kecepatan. Dari jalur luar, satu per satu rival dilewatinya hingga jarak dengan kelompok depan semakin menipis.
Jelang tikungan terakhir, Artemis sudah berada dalam perebutan posisi terdepan. Duel sengit pun terjadi dengan Brimo yang sebelumnya memimpin jalannya perlombaan.
Artemis finis dengan catatan waktu 1 menit 19,28 detik, unggul dari Brimo (1'20,88") yang mengekor di belakangnya.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena diraih bukan dari posisi ideal, melainkan melalui manuver panjang di sisi luar lintasan. Dari posisi paling belakang hingga jadi yang pertama, Artemis menunjukkan kombinasi kesabaran, stamina, dan akselerasi yang sulit ditandingi.
Install SARGA.CO News
sarga.co