SARGA.CO - Kelas Super Sprint Indonesia telah lama menjadi barometer kecepatan tertinggi dalam Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda. Digelar di kelas A jarak 1.300 meter dan rutin menjadi partai bergengsi Kejurnas Seri II setiap Oktober, kelas ini menuntut lebih dari sekadar cepat: presisi, keberanian mengambil posisi, dan stamina dalam tempo tinggi menjadi kunci kemenangan.
Namun jika menilik rekam jejak juara sejak 2009, satu fakta mencolok tak terbantahkan, kuda betina kini menjadi penguasa utama Super Sprint Indonesia.
Dari 17 edisi Super Sprint Indonesia (2009–2025), sebanyak 12 gelar diraih kuda betina, sementara kuda jantan hanya mengoleksi 5 kemenangan. Angka ini menunjukkan perubahan signifikan dalam peta kekuatan kelas sprint nasional yang dulu identik dengan dominasi jantan.
Era awal memang masih memberi ruang bagi kuda jantan seperti Putra Klabat (2009), Sutan Agogo (2013), Voodoo (2015), dan Dragon Runner (2017). Namun sejak 2018, dominasi kuda betina nyaris tak terbendung.
Beberapa kuda betina bahkan menjelma legenda. Djohar Manik mencatatkan dua gelar (2014 dan 2016), sementara Queen Thalassa menjadi ikon modern Super Sprint dengan kemenangan pada 2019 dan 2024, menunjukkan konsistensi di level tertinggi.
Dominasi ini berlanjut lewat Luxotica (2021), Balerion Nagari (2022), Sunlight Nagari (2023), hingga Princess Gavi (2025). Deretan ini menegaskan bahwa lintasan 1.300 meter kini menjadi wilayah kekuasaan kuda betina.
Menariknya, sebagian besar juara dalam beberapa tahun terakhir berasal dari Jawa Barat, memperlihatkan keberhasilan pembinaan kuda sprint di provinsi tersebut. Peran joki-joki elite seperti J. Runtu, F. Sangian, dan M. Soleran juga menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan karakter kuda betina yang dikenal lebih stabil secara ritme dan responsif terhadap instruksi.
Dengan tren yang terus berlanjut hingga 2025, Super Sprint Indonesia kini identik dengan era para ratu lintasan. Tantangan besar ke depan adalah apakah akan muncul kuda jantan istimewa yang mampu mematahkan dominasi tersebut atau justru hegemoni betina akan semakin menguat.
Satu hal pasti, di kelas Super Sprint Indonesia, yang berkuasa bukan lagi siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling cerdas dan konsisten di kecepatan tinggi.
Berikut adalah daftar lengkap juara Super Sprint Indonesia dari tahun 2009 hingga 2024, lengkap dengan nama joki dan asal daerah:
1. Putra Klabat (Jantan) (Sulut) Joki F. Nayoan (2009)
2. Mentari Pelangi (Betina) (Jateng) Joki M. Soleran (2010)
3. Messa (Betina) (Jabar) Joki D. Suhendar (2011)
4. Queen Diamond (Betina) (Jatim) Joki J. Runtu (2012)
5. Sutan Agogo (Jantan) (Kalsel) Joki F. Lepah (2013)
6. Djohar Manik (Betina) (Jateng) Joki J. Turangan (2014)
7. Voodoo (Jantan) (Jabar) Joki E. Sonitan Iwan (2015)
8. Djohar Manik (Betina) (Jateng) Joki J. Turangan (2016
9. Dragon Runner (Jantan) (Jatim) Joki J. Runtu (2017)
10. Kimberly Eclipse (Betina) (Jateng) Joki M. Soleran (2018)
11. Queen Thalassa (Betina) (Jabar) Joki J. Runtu (2019)
12. Luxotica (Betina) (Jabar) Joki J. Runtu (2021)
13. Balerion Nagari (Betina) (Jabar) Joki F. Sangian (2022)
14. Sunlight Nagari (Betina) (Jabar) Joki F. Sangian (2023)
15. Queen Thalassa (Betina) (Jabar) Joki J. Runtu (2024)
15. Princess Gavi (Betina) (Jabar) Joki J. Runtu (2025)
Install SARGA.CO News
sarga.co