SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda, kecepatan sering dianggap segalanya. Kuda yang langsung memimpin sejak pintu start terbuka kerap dipandang sebagai ancaman utama. Namun di balik hiruk-pikuk lintasan, apakah kuda yang sabar sering kali jauh lebih berbahaya?
Dikutip dari America's Best Racing, kesabaran dalam pacuan kuda bukan berarti pasif. Sebaliknya, itu adalah bentuk kecerdasan balap, kemampuan menahan diri, membaca ritme lomba, dan melepaskan tenaga di saat yang paling menentukan.
Kuda yang terbiasa berlari tenang di belakang atau di tengah rombongan dikenal memiliki cadangan energi lebih besar saat balapan memasuki fase akhir. Ketika kuda-kuda front runner mulai kehilangan tenaga di 300 meter terakhir, kuda yang sabar justru mulai menunjukkan kekuatan aslinya.
Di lintasan jarak menengah hingga panjang, strategi ini sering menjadi penentu kemenangan. Balapan tidak dimenangkan di awal, melainkan di garis finis.
Mengutip Thoroughbred Daily News, kehadiran kuda yang “mengintai” di belakang menciptakan tekanan psikologis tersendiri bagi joki di depan. Mereka dipaksa menjaga kecepatan tinggi lebih lama, sering kali menguras stamina lebih cepat dari rencana awal.
Kuda dengan karakter sabar umumnya lebih fleksibel secara taktik. Mereka mampu beradaptasi saat lintasan basah, pace balapan terlalu cepat, atau terjadi gangguan di awal lomba. Jika posisi depan terlalu padat atau ritme tidak sesuai rencana, kuda ini tidak panik, mereka menunggu cela
Joki Punya Peran Besar
Kesabaran kuda tak lepas dari peran joki. Joki berpengalaman tahu kapan harus menahan, kapan mulai mendorong, dan kapan melepas rem sepenuhnya. Kombinasi antara kuda tenang dan joki cerdas sering kali melahirkan kemenangan dramatis dari posisi yang tak terduga.
Di banyak balapan besar, justru kuda yang sempat diremehkan karena berada di belakanglah yang keluar sebagai pemenang.
Bukan untuk Semua Kuda
Meski berbahaya, strategi sabar bukan tanpa risiko. Jika pace terlalu lambat atau joki terlambat memberi sinyal menyerang, kuda bisa kehabisan ruang dan momentum. Karena itu, hanya kuda dengan mental kuat, stamina prima, dan respons tinggi yang cocok dengan gaya ini.
Di lintasan pacu, bahaya tidak selalu datang dari yang paling depan. Justru kuda yang berlari tenang, konsisten, dan menunggu waktu sering menjadi ancaman terbesar yang datang diam-diam.
Ketika sorak penonton masih tertuju pada pemimpin lomba, kuda sabar sudah bersiap melakukan satu hal, menyergap di saat lawan lengah. Dan sering kali, saat itu terjadi, semuanya sudah terlambat bagi yang lain.
Install SARGA.CO News
sarga.co