SARGA.CO - Kalau manusia punya paspor untuk identitas dan perjalanan, ternyata kuda pacu juga memiliki dokumen resmi serupa. Di dunia pacuan kuda, ‘paspor’ bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting untuk menjaga profesionalisme, keadilan, hingga kualitas breeding kuda.
Di Indonesia, sistem registrasi kuda diatur oleh PORDASI agar setiap kuda yang turun di lintasan memiliki identitas yang jelas dan valid. Mulai dari nama, warna tubuh, ciri fisik, silsilah, hingga data pemilik semuanya tercatat rapi dalam dokumen resmi tersebut. Bahkan, tanpa registrasi yang lengkap, seekor kuda bisa kesulitan mengikuti race besar maupun kejuaraan resmi.
Saat ini, ada tiga jenis ‘paspor’ kuda yang digunakan di Indonesia.
1. Paspor PORDASI
Paspor ini digunakan untuk mengikuti berbagai kejuaraan resmi nasional seperti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Dokumen ini menjadi bukti bahwa kuda telah terdaftar secara resmi dan memenuhi syarat untuk bertanding di event-event bergengsi nasional.
2. Paspor FEI
Untuk kompetisi internasional, kuda wajib memiliki paspor FEI (Fédération Équestre Internationale). Menariknya, selain dokumen identitas, kuda juga harus memiliki microchip yang ditanam di tubuhnya sebagai penanda identitas permanen.
Microchip tersebut membantu memastikan bahwa identitas kuda benar-benar akurat saat berlaga di level internasional.
3. Paspor BRK
Sementara itu, BRK atau Biro Registrasi Kuda lebih fokus pada pencatatan silsilah dan garis keturunan kuda. Data breeding ini sangat penting bagi owner maupun breeder untuk melacak kualitas darah keturunan kuda pacu.
Lewat registrasi yang baik, perkembangan kualitas kuda pacu Indonesia juga bisa dipantau dengan lebih terstruktur.
Keberadaan paspor kuda ternyata punya fungsi yang jauh lebih penting daripada sekadar dokumen administratif. Registrasi membantu memastikan umur, identitas, dan silsilah kuda benar-benar valid sehingga potensi kecurangan di lintasan dapat diminimalkan.
Selain itu, data silsilah juga menjadi acuan penting bagi para breeder dalam mengembangkan kualitas kuda pacu generasi berikutnya. Tak heran, kuda yang memiliki dokumen lengkap biasanya juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Di balik serunya balapan di lintasan, ternyata ada sistem administrasi yang ketat dan modern untuk menjaga sportivitas dunia pacuan kuda. Jadi, jangan heran kalau kuda pacu juga punya ‘paspor’ sendiri!
(Sumber: Pordasi.id, studbook.or.id)
Install SARGA.CO News
sarga.co