SARGA.CO - Sebagai anak baru di pertarungan kuda pacu Indonesia (Indonesia’s Horse Racing, IHR), Blue Blood Stable langsung jor-joran. Baru mulai berdiri Januari 2026, jalan empat bulan, sudah 15 kuda yang mereka miliki.
Bukan kuda sembarangan, kuda-kuda yang mereka miliki didapatkan dari sejumlah stable kenamaan di Tanah Air. Pengelola Blue Blood Stable, Andi Walli, menceritakan kepada Sarga News, mereka membeli kuda dari stable seperti King Halim, Bendang, Eclipse, NSL.
Dia menceritakan untuk mendapatkan kuda dari stable besar itu tentu tidak mudah dan perlu biaya yang tidak sedikit.
Salah satu kuda dari King Halim Stable bahkan rela dia tebus dengan harga lebih dari Rp300 juta. Padahal kuda tersebut belum genap berusia dua tahun, yang artinya belum pernah turun ke jalur pacuan.
“Semacam King Halim, Bendang, dan Eclipse itu kang gak mungkin dia jual dengan harga rendah kan. Apalagi kita belum ada nama waktu dulu,” cerita Andi kepada Sarga News.
Dia lantas mengatakan menebus seekor kuda KPI dengan umur yang relatif sangat muda juga tidak dilakukan dengan sembarangan. Unsur keturunan menjadi patokan utama mereka.
tambah Andi.
Anak Kuda jantan tersebut berasal dari Induk Conrad, sama dengan Fiona of Khalim, hasil perkawinan dengan pejantan Monte Carlo. Dalam daftar kuda yang Sarga dapatkan, kuda tersebut juga belum punya nama dan masih terdaftar sebagai Monte Carlo Boy BB.
Melihat dari garis turunannya, kuda jantan ini masih turunan kuda Secretariat. Sebab pejantan Monte Carlo adalah cicit dari Secretariat, salah satu kuda legendaris asal Amerika Serikat (AS) yang memenangka Triple Crown pada tahun 1973.
Di usia yang belum genap dua tahun, kuda itu masih dalam tahap persiapan dan baru akan mulai turun ke pacuan kuda tahun 2027 mendatang. Menarik untuk menanti debutnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co