SARGA.CO – Saat penggemar pacuan kuda di Tanah Air sibuk dengan keriaan Indonesia Derby 2026, negara tetangga, Malaysia tengah menyelenggarakan pacuan kuda lintasan rumput, Selangor Mile, Sabtu, 26 Juli 2026.
Balap kuda Selangor Mile memperebutkan total hadiah RM1 juta di Sungai Besi, menghadirkan kejutan terbesar di musim balap Malaysia tahun ini. Aquitaine, kuda yang awalnya tak banyak diunggulkan, sukses mencuri kemenangan di bawah kendali joki kelahiran Penang, Wong Chin Chuen (C.C. Wong).
Event ini menjadi panggung comeback yang emosional bagi Wong, joki peraih beragam gelar G1 di Kranji, Singapura. Ia baru saja kembali ke Malaysia awal bulan ini setelah menjalani karier gemilang di Korea Selatan yang membuahkan 106 kemenangan.
"Saya menghabiskan dua tahun di Korea dan itu adalah pengalaman baru yang luar biasa," ujar Wong.
"Namun, saat merenungkan kembali karier balap saya di Malaysia, saya sadar belum pernah menghabiskan satu musim penuh di negara sendiri, dan masih banyak balapan besar yang belum saya menangi. Itulah alasan saya memutuskan kembali. Semoga saya bisa memenangi lebih banyak ajang besar di sini, sekaligus merebut gelar juara joki."
Memulai balapan dari gerbang keempat, Aquitaine berlari tenang di barisan tengah, sementara rekan sekandangnya, Navarre, bertugas memimpin tempo balapan sejauh 1.600 meter yang diikuti oleh 16 kuda tersebut.
Memasuki tikungan terakhir menuju garis finis, Aquitaine menemukan celah terbuka di sisa jarak 400 meter dan mulai membangun momentum. Setelah melewati Navarre yang mulai kehabisan tenaga di jarak 200 meter terakhir, Aquitaine harus menahan gempuran telat dari Fortune Tree—kampiun G1 Tunku Gold Cup.
Aquitaine akhirnya menang tipis dengan selisih satu kepala, sementara rekan sekandangnya, Anjou Crown, mengamankan posisi ketiga dengan selisih setengah panjang kuda.
Berangkat sebagai kuda non-unggulan (long odds) setelah gagal meraih posisi di balapan sebelumnya, kemenangan Aquitaine memberikan imbal hasil fantastis sebesar RM267 untuk tiket pemenang—sebuah hadiah manis bagi para petaruh yang berani mengambil risiko.
"Saya melatihnya sepanjang minggu dan dia berlari sangat baik," jelas Wong. "Saya memang berekspektasi dia akan tampil bagus, tapi tidak terlalu menyangka dia bisa menang. Saat melewati tiang finis, saya bahkan mengira saya finis kedua. Kemenangan ini benar-benar sebuah bonus."
Pelatih Simon Dunderdale mengungkapkan bahwa Aquitaine memang sudah sejak awal diproyeksikan untuk turun di Selangor Mile. Kuda keturunan pejantan Deep Field ini didatangkan melalui lelang daring Inglis Digital.
Sebelumnya dikenal dengan nama Wa Wa Wa, kuda gelding ini sempat dilatih oleh pelatih top Chris Waller di Australia sebelum dibeli bersama dua kuda lainnya, Anjou Crown (sebelumnya bernama Bendrodt) dan Eruption.
"Kami membeli ketiga kuda tersebut di lelang daring Inglis Digital tahun lalu dengan target utama berlaga di Selangor Mile," ungkap Dunderdale. “Dia (Aquitaine) mungkin pilihan ketiga saya, tapi dia selalu tampil konsisten dan kebetulan mendapat posisi draw yang lebih baik.”
Di balik kemenangan ini, ada sedikit keberuntungan. Awalnya, joki yang berbasis di Mauritius, Ryan Curatolo, dijadwalkan menunggangi Aquitaine. Namun, operasi usus buntu darurat memaksanya mundur.
"Saya dengar CC (Wong) kembali, jadi saya langsung meneleponnya dan untungnya dia bersedia," tambah Dunderdale. "Semuanya berjalan sempurna bagi kami."
Kemenangan ini juga menyoroti pergeseran lanskap balap kuda di Malaysia. Sejak penutupan pacuan kuda Singapura pada Oktober 2024 lalu, para pemilik kuda kini semakin mengandalkan lelang daring dari Australia dan Selandia Baru untuk menjaga populasi kuda lokal. Aquitaine adalah salah satu bukti sukses dari strategi tersebut.
ini, Dunderdale berencana mengirim Aquitaine dan Anjou Crown ke ajang G1 Selangor Gold Cup yang juga berjarak 1.600 meter pada bulan September mendatang.
"Aquitaine sudah membuktikan kelayakannya," kata pelatih asal Selandia Baru tersebut. “Antipodean juga sudah kembali ke performa terbaiknya dan dia akan ikut berlaga di sana.”
Di luar laga utama, serangkaian balapan pendukung juga menghasilkan performa impresif:
Pelatih H.Y. Cheng yang harus puas melihat Fortune Tree finis kedua di laga utama, mendapat pelipur lara saat kuda tak terkalahkannya, Fortune Rising, mencetak rekor empat kemenangan dari empat start di ajang Trinity Selangor Silver (1.300m) bersama joki Jose de Souza.
Sehari sebelumnya di Ipoh, kuda veteran Joey sukses memenangi edisi perdana Hoof Tap Trophy, sementara pelatih Kevin Coetzee memborong empat kemenangan dalam satu sore.
Ajang ini juga menjadi momen bersejarah bagi joki magang Muhammad Hariz yang merayakan kemenangan perdananya bersama kuda Double Draw pada tunggangan ke-29 sejak debutnya di bulan Maret.
Install SARGA.CO News
sarga.co