SARGA.CO - Tahun 2025 jadi tahun yang bersejarah bagi dunia pacuan kuda Indonesia, secara khusus bagi King Argentin. Kuda jantan berwarna hitam, ternakkan King Halim Stable itu mencatatkan diri dalam sejarah sebagai peraih Triple Crown Indonesia 2025.
King Argentin menuntaskan penantian 11 tahun, setelah Djohar Manik menjadi peraih terakhir gelar Triple Crown pada 2014.
Jalan menuju gelar prestisius tersebut juga tak mudah. Sepanjang rangkaian seri, King Argentin tak hanya menunjukkan kecepatan, tetapi juga ketahanan lintasan dan konsistensi performa yang jarang dimiliki kuda pacu lain.
Bagaimana perjalanan King Argentin meraih Triple Crown 2025? Berikut rangkuman perjalanannya:
Di seri 1 Triple Crown, Argentin langsung dihadapkan dengan tantangan tersendiri. Memulai dari gate 12, jalur lebih berat menanti karena harus memutar lebih jauh, meski memberikan ruang gerak yang lebih leluasa.
Ruang lebih itu dimanfaatkan betul oleh Argentin untuk meraih start meyakinkan. Meski begitu Wonderland, yang memulai dari Gate 10 yang mengambil alih posisi pertama dalam fase pembuka.
Wonderland dan Argentin langsung masuk ke dalam gerombolan dan memimpin. Di tikungan pertama Wonderland menusuk masuk lewat dalam mematenkan keunggulannya. Sementara Argentin sempat terjegal dalam upaya mengejar saingannya itu.
“Jadi ya ada sedikit insiden, ada yang tabrak sedikit bagian belakang Argentin tuh, sedikit kayak drifting lah gitu,” cerita Joki King Argentin, Jemmy Runtu, usai balapan.
Keunggulan Wonderland terus berlanjut bahkan sampai tikungan terakhir, sekitar 800 m panjang lintasan. Dia sempat unggul sekitar dua panjang kuda sampai fase akhir pacuan.
Namun, King Argentin yang menjaga ritme sepanjang laga, melepaskan akselerasi di fase akhir dan melesat di sekitar 500 meter terakhir, mengubah keraguan menjadi kemenangan.
Letupan di sepertiga akhir lintasan cukup untuk memastikan kemenangan pertama King Argentin di Gelanggang Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (20 April 2025).
Di Seri 2 Triple Crown 2025, King Argentin kembali berhadapan dengan Wonderland dan 10 kuda lainnya.
Gelanggang Pacuan Kuda Tegalweton, yang basah karena hujan tak menghentikan langkah Argentin untuk makin dekat dengan gelar Triple Crown.
Pada perlombaan Minggu (18 mei 2025), itu King Argentin mulai dari gate 6, bersebelahan dengen Wonderland di Gate 7.
Lomba belum dimulai, ketegangan nampaknya mulai mengganggu. King Argentin dan Wonderland sempat menabrak pintu sebelum perlombaan mulai, seakan tak sabar memulai laga hari itu.
Ketika gerbang start grid dibuka, persaingan mulai terasa antara King Argetin dan Wonderland. Kedua kuda unggulan ini bersaing ketat sejak awal perlombaan diikuti kuda MS Queen di posisi ketiga dan Centauri di posisi keempat.
Persaingan ketat antara Argentin dan Wonderland berlangsung hampir sepanjang lintasan. Mengambil posisi paling dalam di awal perlombaan, King Argentina terus memimpin di tiga tikungan dengan perbandingan setengah kuda
Keunggulan King Argentina terasa pada 100 meter jelang finish. Dengan kekuatan dan kehandalan joki Jemmy Runtu, King Argentine akhirnya bisa melepaskan diri dari tekanan dan finish sebagai juara.
SARGA.CO
Seri penentuan menjadi panggung paling berat sekaligus paling menentukan. Jarak 2.000 meter menuntut bukan hanya kecepatan, tetapi juga ketahanan dan kecerdikan membaca ritme lomba.
King Argentin kembali turun dengan beban ekspektasi tinggi setelah menyapu dua seri sebelumnya.
Saat start dibuka, King Argentin, yang memulai dari Gate 9, tidak langsung mengambil alih posisi depan. Ia memilih berlari lebih sabar di barisan tengah, membiarkan kuda-kuda lain memimpin ritme awal. Strategi ini membuatnya sempat tertinggal dari kelompok depan, sementara persaingan di barisan atas berlangsung ketat.
Memasuki pertengahan lomba hingga tikungan terakhir, posisi Argentin masih belum berubah signifikan. Ia tetap berada di tengah rombongan, menjaga jarak, sekaligus menunggu momen yang tepat untuk menyerang.
Momentum itu akhirnya datang di lintasan lurus akhir. Sekitar 500 meter menjelang finis, King Argentin mulai meningkatkan kecepatan.
Dari posisi yang sebelumnya tertahan, ia perlahan menyalip satu per satu pesaingnya. Akselerasi di fase akhir menjadi pembeda, ketika kuda-kuda lain mulai kehilangan tenaga. Di 200 meter terakhir, Argentin benar-benar melesat.
Dengan langkah yang semakin panjang dan ritme yang tetap terjaga, ia berhasil melewati pemimpin lomba dan mengamankan posisi terdepan. Serangan di fase akhir itu memastikan kemenangan sekaligus menyempurnakan sapu bersih tiga seri.
Kemenangan di Derby 2.000 meter bukan hanya menutup perjalanan, tetapi juga menegaskan karakter King Argentin sebagai kuda dengan finishing kuat dan konsistensi lintas jarak.
Triple Crown pun resmi menempel dengan nama King Argentin, Sore itu, di Gelanggang Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (27 Juli 2025).
Tahun 2026, seri pembuka Triple Crown akan hadir pada Sabtu (4 April 2026). Lintasan pacuan Sultan Agung, Bantul, DIY, akan jadi saksinya. Sebanyak 12 kuda siap bertarung dalam seri pembuka ini. Kesempatan ini akan menjadi panggung penentuan arah musim.
Siapa yang tampil dominan di awal, berpotensi mengunci momentum menuju mahkota Triple Crown 2026.
Jarak sprint klasik ini menuntut lebih dari sekadar kecepatan start. Kuda harus punya akselerasi tajam di 300 meter terakhir, sekaligus mental kuat menghadapi duel ketat di tikungan
Berdasarkan hasil drawing, 12 kuda siap bertarung dalam race panas ini:
Milea Guti (Sumbar) – Gate 8
Sir Orbit (Sumber) – Gate 5
Monochrome (Sulut) – Gate 9
Aurora of Khalim (Jabar) – Gate 11
Maxi of Khalim (Jabar) – Gate 4
Suntora Berjaya (Jakarta) – Gate 1
Kana Eclipse (Jateng) – Gate 6
Agam Senator (DIY) – Gate 3
Rajo Pasopati (Jakarta) – Gate 10
Sunpower Nagari (Sulut) – Gate 12
Ratu Adara (Jakarta) – Gate 2
Cassius Warrior (Jatim) – Gate 7
Akankah salah satunya menemani King Argentin, Manik Trisula, dan Djohar Manik dalam jajaran pemegang gelar Triple Crown?
Install SARGA.CO News
sarga.co