SARGA.CO - Di tengah derasnya arus game online modern, satu judul justru mencuri perhatian dengan cara tak biasa. Uma Musume: Pretty Derby bukan sekadar game, ia menjadi jembatan unik antara budaya pop dan olahraga tradisional pacuan kuda.
Franchise asal Jepang ini menghadirkan konsep tak lazim, karakter gadis anime bergaya moe yang terinspirasi langsung dari kuda-kuda balap legendaris dunia nyata. Bukan hanya nama, tetapi juga gaya berlari, kepribadian, hingga kisah hidup mereka diadaptasi dengan detail tinggi, bahkan merefleksikan rivalitas dan momen bersejarah di lintasan asli.
Fenomena ini menjadi angin segar bagi dunia pacuan kuda Jepang yang sempat meredup. Secara historis, pacuan kuda di Jepang telah ada selama berabad-abad, dengan balapan gaya Eropa pertama kali digelar pada 1862 di Yokohama. Kini, olahraga ini berada di bawah naungan Japan Racing Association (JRA). Namun dalam beberapa tahun terakhir, minat publik terutama generasi muda terus menurun, kalah bersaing dengan popularitas esports dan hiburan digital lainnya.
Situasi mulai berubah drastis sejak perilisan game ini oleh Cygames pada Februari 2021. Dalam waktu singkat, Uma Musume menjelma menjadi salah satu game mobile paling sukses. Laporan industri menunjukkan game ini langsung menembus jajaran teratas pendapatan global, menghasilkan jutaan dolar hanya dalam beberapa bulan pertama sejak rilis di Jepang.
Tak hanya sukses secara komersial, dampaknya juga terasa di dunia nyata. Minat terhadap pacuan kuda kembali meningkat, terutama di kalangan anak muda. Bahkan, Ketua JRA saat itu, Masayuki Gotō, secara terbuka mengapresiasi kontribusi Uma Musume karena berhasil membangun kembali koneksi emosional masyarakat dengan sejarah pacuan kuda.
Lonjakan popularitas semakin terasa saat game ini dirilis secara global pada Juni 2025. Data penelusuran internet menunjukkan peningkatan drastis pencarian terkait pacuan kuda Jepang di berbagai negara. Rasa penasaran para pemain mendorong mereka untuk mengenal lebih jauh olahraga yang menjadi inspirasi game tersebut.
Dampaknya tak berhenti di Jepang. Di berbagai negara, termasuk Indonesia, minat terhadap pacuan kuda mulai meningkat. Sejumlah ajang lokal dilaporkan mengalami kenaikan jumlah penonton, seiring bertambahnya audiens baru yang sebelumnya mengenal olahraga ini dari dunia digital.
Fenomena ini juga melahirkan gerakan positif di kalangan komunitas. Para penggemar tak hanya menikmati game, tetapi juga terlibat dalam donasi untuk kesejahteraan kuda, mulai dari penyediaan pakan, perawatan kesehatan, hingga dukungan terhadap penyelenggaraan event balap. Di Taiwan, komunitas penggemar bahkan rutin mengadakan acara nonton bareng balapan dan kegiatan edukasi tentang pacuan kuda.
Kehadiran Uma Musume membuktikan satu hal, ketika tradisi bertemu kreativitas, batas antara dunia nyata dan virtual bisa memudar. Dari layar ponsel hingga lintasan balap, pacuan kuda kembali menemukan jalannya menuju generasi baru.
(Sumbebr: Idol Horse)
Install SARGA.CO News
sarga.co