SARGA.CO - Dunia balap kuda selama bertahun-tahun dikenal sebagai olahraga yang didominasi pria. Namun di balik lintasan balap yang penuh persaingan, sejumlah perempuan telah mencatat sejarah dan membuka jalan bagi generasi berikutnya. Kisah mereka menunjukkan bahwa keberanian dan dedikasi mampu menembus batas dalam industri olahraga yang keras ini.
Berbagai tokoh perempuan, mulai dari joki, pemilik kuda, hingga tokoh media, telah memainkan peran penting dalam perkembangan balap kuda di Amerika Serikat.
Salah satu pelopor awal adalah Laska Durnell, yang pada 1904 mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memiliki sekaligus membiakkan kuda pemenang di ajang Kentucky Derby melalui kuda bernama Elwood. Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi keterlibatan perempuan dalam kepemilikan kuda pacu.
Puluhan tahun kemudian, langkah berani datang dari Kathy Kusner. Pada 1968 ia menggugat komisi balap Maryland setelah ditolak lisensi joki karena gendernya. Gugatan itu berhasil, menjadikannya perempuan pertama yang memperoleh lisensi joki profesional di Amerika. Ia bahkan kemudian berkompetisi di berbagai negara dan meraih medali perak dalam cabang berkuda di Olimpiade 1972.
Tak lama setelahnya, Diane Crump mencatat sejarah lain dengan menjadi perempuan pertama yang menunggang kuda dalam balapan pari-mutuel resmi pada 1969, serta menjadi perempuan pertama yang tampil di Kentucky Derby setahun kemudian.
Era Baru Joki Perempuan
Tonggak penting lainnya datang dari Barbara Jo Rubin, yang pada usia 19 tahun menjadi perempuan pertama yang memenangkan balapan pari-mutuel di arena balap besar Amerika Serikat pada 1969. Kemudian ada Cheryl White, yang pada 1971 menjadi perempuan Afrika-Amerika pertama yang memperoleh lisensi joki di Amerika. Ia juga meraih kemenangan balap profesional pertamanya di tahun yang sama dan kemudian berkarier dalam berbagai jenis balapan kuda sebelum menjadi pejabat balap.
Nama lain yang menonjol adalah Patricia J. Cooksey. Dalam karier selama 26 tahun, ia mengoleksi lebih dari 2.100 kemenangan dan menjadi perempuan pertama yang berkompetisi di ajang Preakness Stakes pada 1985.
Prestasi Besar di Balapan Bergengsi
Di antara para legenda, Julie Krone menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh. Pada 1993, ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan salah satu balapan Triple Crown, yaitu Belmont Stakes. Krone juga menjadi perempuan pertama yang masuk ke Racing Hall of Fame pada tahun 2000.
Generasi berikutnya diwakili oleh Rosie Napravnik. Ia menjadi perempuan pertama yang memenangkan Kentucky Oaks pada 2012 dan kemudian mencetak rekor sebagai perempuan pertama yang berkompetisi di seluruh seri Triple Crown dalam satu musim.
Kontribusi di Balik Lintasan
Tak hanya di atas kuda, perempuan juga memainkan peran besar di balik layar. Sosok legendaris Penny Chenery dikenal sebagai pemilik dan peternak kuda legendaris Secretariat, pemenang Triple Crown 1973. Ia sukses menghidupkan kembali Meadow Stable dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah balap kuda Amerika.
Sementara itu, Marylou Whitney dijuluki “Queen of Saratoga” karena kontribusinya dalam mempopulerkan kembali balap kuda di Saratoga dan keberhasilannya membiakkan kuda pemenang besar seperti Birdstone.
Inspirasi bagi Generasi Baru
Selain itu, perempuan seperti Donna Barton Brothers, Barbara Livingston, dan Charlsie Cantey juga berperan besar dalam dunia media dan fotografi balap kuda, membantu membawa olahraga ini lebih dekat kepada publik.
Meski industri balap kuda masih didominasi pria, perjalanan para perempuan ini menunjukkan bahwa perubahan terus terjadi. Melalui keberanian, prestasi, dan dedikasi, mereka tidak hanya menorehkan sejarah, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak perempuan untuk berkiprah di dunia balap kuda.
(Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co