SARGA.CO - Setelah penantian selama delapan tahun, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI akhirnya kembali ke Tompaso, Minahasa, Sulawesi Utara. Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso akan menjadi tuan rumah Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 pada Oktober mendatang.
Berdasar undangan yang SARGA terima, Kejurnas Seri II 2026 dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap. Babak penyisihan digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sementara babak final berlangsung sepekan kemudian pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso mulai pukul 08.00 WITA.
Ajang ini juga menjadi momen penting karena untuk pertama kalinya rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) hadir di Sulawesi Utara. Setelah sebelumnya berbagai event IHR berkembang di sejumlah wilayah Indonesia, Tompaso kini menjadi titik baru dalam peta pacuan kuda nasional.
Tompaso bukan nama baru dalam sejarah pacuan kuda nasional. Kawasan ini memiliki tradisi pacuan yang panjang dan salah satu lintasan yang menjadi bagian penting dari perkembangan olahraga pacuan kuda di Sulawesi Utara.
Kembalinya Kejurnas menjadi momentum penting bagi Maesa Tompaso. Tidak hanya menjadi ajang bagi kuda-kuda lokal untuk berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah, tetapi juga mempertemukan kembali komunitas pacuan kuda nasional dengan salah satu basis pacuan kuda terbesar di kawasan timur Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan. Salah satunya lewat subsidi transportasi kuda peserta.
Kejurnas Seri 2 memiliki posisi penting dalam kalender pacuan kuda nasional 2026. Jika Indonesia Derby menjadi puncak utama dalam rangkaian pacuan tahunan, terutama bagi kuda kelompok umur, maka Seri II menjadi salah satu panggung terbesar berikutnya bagi kuda-kuda terbaik Indonesia, utamanya bagi para jagoan kelompok ukuran.
Pertarungan di Seri II juga tidak hanya menentukan siapa yang menjadi juara di masing-masing kelas. Poin dari kelas-kelas Kejurnas Seri I dan Seri II akan diakumulasikan untuk menentukan Juara Umum Kontingen.
Pada Seri II, kontingen dengan akumulasi poin tertinggi dari Seri I dan Seri II berhak memboyong Piala Bergilir Presiden RI. Perjalanan menuju Tompaso bukan sekadar perjalanan menuju satu akhir pekan balapan. Bagi kontingen dan stable yang mengejar gelar juara umum, setiap posisi finis dapat memiliki arti hingga penghitungan poin terakhir.
Di antara seluruh rangkaian pacuan, Star of Stars akan menjadi salah satu daya tarik terbesar di Tompaso.
Kelas ini menjadi panggung yang mempertemukan kuda-kuda terbaik dari berbagai kelas dan menjadi salah satu perlombaan paling bergengsi dalam rangkaian pacuan. Jika kelas-kelas reguler menentukan siapa yang terbaik di masing-masing kategori, Star of Stars menghadirkan pertarungan dengan gengsi yang berbeda yakni para juara dan kuda terbaik bertemu dalam satu lintasan.
Dengan statusnya sebagai panggung para bintang, Star of Stars berpotensi menjadi salah satu momen yang paling ditunggu sepanjang penyelenggaraan Kejurnas Seri II di Tompaso.
Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 akan mempertandingkan 16 kelas, terdiri dari 10 kelas Pacuan Utama dan enam kelas Pacuan Tambahan.
Pada kelompok Pacuan Utama, hadiah terbesar mencapai Rp90 juta untuk Kelas A Terbuka 2.200 meter dan Kelas A Sprint 1.300 meter. Sementara kelas B masing-masing menawarkan hadiah Rp70 juta, disusul Kelas C Rp50 juta dan Kelas D Rp40 juta.
Sementara itu, Pacuan Tambahan menghadirkan sejumlah kelas kelompok umur, mulai dari Kelas 3 Tahun Calon Derby hingga Kelas 2 Tahun Perdana. Hadiahnya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp45 juta.
Jika seluruh hadiah yang tercantum dalam ketentuan resmi dijumlahkan, total prize money mencapai Rp700 juta.
1. Kelas A Terbuka (2.200 m), hadiah Rp90 juta
2. Kelas A Sprint (1.300 m), hadiah Rp90 juta
3. Kelas B (1.850 m), hadiah Rp70 juta
4. Kelas B Sprint (1.200 m), hadiah Rp70 juta
5. Kelas C (1.600 m), hadiah Rp50 juta
6. Kelas C Sprint (1.100 m), hadiah Rp50 juta
7. Kelas D (1.400 m), hadiah Rp40 juta
8. Kelas D Sprint (1.000 m), hadiah Rp40 juta
9. Kelas E (1.200 m), hadiah Rp25 juta
10. Kelas F (1.000 m), hadiah Rp25 juta
1. Kelas 3 Tahun Calon Derby (1.400 m), hadiah Rp45 juta
2. Kelas 3 Tahun Calon Remaja (1.200 m), hadiah Rp30 juta
3. Kelas 2 Tahun Pemula A/B (1.000 m), hadiah Rp25 juta
4. Kelas 2 Tahun Pemula C/D (800 m), hadiah Rp20 juta
5. Kelas 2 Tahun Perdana A/B (800 m), hadiah Rp15 juta
6. Kelas 2 Tahun Perdana C/D (600 m), hadiah Rp15 juta.
Dengan penyisihan pada 17 Oktober dan final pada 24 Oktober, perjalanan menuju Kejurnas Seri II akan dimulai jauh sebelum kuda memasuki starting gate.
Selain itu pada Kamis, 17 September 2026, akan ada penyelenggaraan Sulut Derby. Kesempatan itu bisa menjadi kesempatan pemanasan terakhir sebelum Kejurnas Seri 2 2026, terutama bagi kuda-kuda Sulut.
Dalam Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026, pengelompokan kelas kuda mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam peraturan pacuan kuda PORDASI. Salah satu dasar pengelompokan tersebut adalah tinggi badan kuda, yang menentukan kategori kelas tempat kuda dapat berkompetisi.
Berikut pembagian tinggi badan kuda di IHR:
Install SARGA.CO News
sarga.co