SARGA.CO - Maxi of Khalim mengunci kemenangan penting di Serie 1 Triple Crown - 1.200 m, Sabtu (4 Aptil 2026), di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Piala pertama yang dia rengkuh pada tahun 2026 ini kian manis karena membuka jalan kuda jantan dari King Halim Stable ini untuk membuka jalan menuju Triple Crown, mahkota tertinggi Indonesia’s Horse Racing (IHR).
Maxi of Khalim menghadirkan kejutan dengan finish berselisih sangat tipis dari Kana Eclipse, yang dari awal lomba kian mendominasi.
Strategi moncer dari Pelatih Farooq Ali Khan dipadukan lecutan Joki Jemmy Runtu, terbukti jadi resep sukses Maxi of Khalim mengunci kemenangan di garis finsih.
Tampil tenang sepanjang lomba jadi kunci Kilat—julukan Jemmy Runtu—membawa Maxi of Khalim ke atas podium. Ritme yang terjaga dan tempo yang matang menjadi modal Maxi of Khalim melancarkan come from behind dan menyalip di lintasan lurus terakhir.
cerita Jemmy Runtu terkait strategi Maxi of Khalim di Serie 1 Triple Crown 2026 - 1.200 m.
Jemmy juga mengatakan Race XIII yang diikuti 11 kuda lain itu juga kian kompetitif. Tak heran kalau persaingan kian ketat, bahkan sampai perebutan juara di garish finish.
Sempat meyakinkan dari garis start, Maxi of Khalim membayang-bayangi Kana Eclipse yang memimpin rombongan. Masuk ke tikungan pertama terlihat Kana Eclipse mulai bersaing dengan Milea Guti dan Monochrome, sementara Maxi of Khalim dan Aurora of Khalim menguntit sembari menyusun strategi.
Sampai di tikungan terakhir, terlihat Maxi of Khalim masih terus mengekor Milea Guti yang fokus berupaya mengejar Kana Eclipse. Namun di lintasan lurus terakhir menjelang garis finish (home straight), Maxi of Khalim menerobos dan menyalip para pesaingya dari belakang.
Di sekitar 200 meter terakhir, Maxi of Khalim dan Kana Eclipse beradu cepat di jalur tengah. Bertarung side by side, Maxi akhirnya mengunci kemenangan dengan keunggulan tipis di garis finish.
Meski berhasil meraih kemenangan pertama dari rangkaian Triple Crown, Jemmy tak lantas di atas angin. Menurutnya akan sangat sulit mengunci tiga kemenangan berturut-turut dalam dua rangkaian lomba berikutnya.
“Potensi pasti da, tapi persaingannya sangat ketat [tahun ini]. Jadi mungkin 50:50 [peluang Triple Crown],” tutur dia.
Kilat yang juga menjadi joki King Argentin, peraih Triple Crown 2025 lalu, mengaku tahun ini persaingan kian ketat. Dibanding tahun lalu bersama King Argentin, tahun ini mimpi Maxi of Khalim merengkuh Triple Crown akan lebih berat, menurut dia.
Install SARGA.CO News
sarga.co