SARGA.CO - Pertarungan sengit terjadi pada dua kelas perlombaan di Kejuaraan Indonesi's Horse Racing (IHR) King's Cup Series - Piala Paku Alam 2026 yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta, Minggu 14 Juni 2026.
Pada race keenam yang mempertandingkan Kelas C Sprint - 1.100 Meter, kuda andalan dari BHM Stable, P. Sapu Jagat suksek menyalip Harata Eclipse untuk merebut Piala JAPFA dengan total hadiah mencapai Rp25 juta.
Sementara itu kuda Mumun dari Sukun Stable yang bertanding di race VII kelas E - 1.200 Meter berhasil menuntaskan dendamnya terhadap Artemis yang pernah merebut gelar juara Kelas E IHR Triple Crown & Pertiwi Cup 2026 pada April 2026 lalu.
Persaingan sengit pertama terjadi pada Kelas C Sprint - 1.100 Meter yang diikuti oleh 9 ekor kuda. Selain P. Sapu Jagat dan Harata Eclipse, kelas ini juga diikuti kuda Narayana yang masuk kategori unggulan serta Syam Wakas M.H, Lenox Wing, Gold Princess, Mr. Joss, Bless Wani, dan Ya Tarim T.A.
Saat bendera hijau mulai berkibar, kuda-kuda di kelas ini langsung lari bergerombol untuk memimpin perlombaan. Kuda andalan dari Eclipse Stable, Harata Eclipse, berhasil keluar dari rombongan untuk memimpin leading pertama dibayangi oleh Gold Princess dengan joki Fajar Walangitan. Sementara kuda Narayana dan joki Rusmanto yang menjadi unggulan hanya bisa melaju di posisi keempat.
Harata Eclipse terus menunjukan kecepatannya saat terus memimpin di depan lawan-lawannya. Namun dominasi itu pelan-pelan mulai dipatahkan pada jarak 600 meter jelang finish.
Kuda P. Sapu Jagat yang tak memimpin leading pertama justru muncul menjadi penantang terberat dan berhasil mengambil alih posisi terdepan. Kuda yang dahulu bernama Faithful Tonsea itu memimpin pacuan dengan jarak meyakinkan yaitu 3 panjang kuda ke depan.
Tak hanya disusul P Sapu Jagat, Harat Eclipse juga harus melepaskan posisinya keduanya saat disusul oleh Gold Princess. Meski terus mencoba mengambil alih posisi terdepan di 300 meter jelang garis finish, Harata Eclipse harus mengakui keunggulan P Sapu Jagat yang pertama kali sampai di garis akhir.
Juara I : P. Sapu Jagat asal BHM Stable, Kalimantan Selatan
Juara II : Gold Princess asal Aragon Stable , Jawa Barat
Juara III : Harata Eclipse asal Eclipse Stable, Jawa Tengah
Atmosfer panas juga terjadi pada race VII yang mempertandingkan Kelas E-1.200 Meter yang diikuti oleh 10 ekor kuda. Kuda dari Sukun Stable, Mumun berhasil menuntaskan dendamnya terhadap Artemis yang pernah mengagalkannya merebut podium di kejuaran IHR pada April 2026 lalu.
Bertanding memperebutkan Piala Blue Blood Stable dengan total hadiah Rp15 juta, kuda Mumun langsung memimpin barisan terdepan saat starting gate dibuka. Kuda betina warna mewah berusia 6 tahun ini memimpin di depan 6 ekor kuda lawannya.
Menguntit di belakang Mumun adalah kuda Beladona dan Danasura serta Artemis yang bersaing di barisan terdepan.
Artemis yang semula berada di posisi keempat semakin melaju cepat dan mulai memberikan ancaman kepada Mumun yang masih memimpin pacuan
Persaingan yang terjadi pada Triple Crown & Pertiwi Cup 2026 pada April 2026 lalu kembali berulang dan terus berlangsung hingga akhir garis. Namun kuda Mumun yang merupakan hasil perkawinan pejantan Wisnu Aji dan indukan Kanjeng Marni ini terus memimpin dengan jarak setengah panjang kuda meninggalkan Artemis di posisi kedua.
Kemenangan ini membuat Mumun yang dihela oleh joki Achmad Saefudin berhasil tampil sebagai juara baru kelas E menggeser Artemis. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa kuda KPI tak lagi bisa dianggap lawan enteng.
Juara I : Mumun asal Sukun Stable, Jakarta
Juara II : Artemis asal Adem Ayem Stable, Jakarta
Juara III : Danasura asal Aragon & Orbit Sport Horse, Jawa Barat
Install SARGA.CO News
sarga.co