SARGA.CO - SARGA mengambil bagian dalam pameran The Sacred Horse of Sumba, yang berlangsung 5 Agustus hingga 31 Agustus 2026 di main corridor level 1 Mal Plaza Indonesia, Jakarta.
Dalam pameran kolaborasi Indonesia's Horse Racing (IHR) dengan Cita Tenun Indonesia, kisah kuda dalam tenun Sumba dan sejarah pacuan kuda Indonesia diangkat dalam satu rangkaian instalasi di tengah atrium mal megah di bilangan Jakarta Pusat tersebut.
Chief Commercial Officer (CCO) SARGA, Diana Airin menjelaskan kalau keikutsertaan dalam pameran seperti ini memberi kesempatan untuk memperkenalkan pacuan kuda nasional ke khalayak yang lebih luas. Secara khusus dia mengatakan kalau impian SARGA menjadikan pacuan kuda dari event yang masih bersifat lokal menjadi lebih mendunia dan menjadi konsumsi lebih banyak orang.
tuturnya dalam sesi konferensi pers, Rabu, 5 Juli 2026.
Bagi masyarakat Sumba, kuda bukan sekadar hewan tunggangan. Selama ratusan tahun, kuda menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tradisi Pasola, prosesi pernikahan, hingga kepercayaan Marapu.
Karena kedudukannya yang istimewa, sosok kuda diabadikan dalam tenun ikat Sumba sebagai simbol kehormatan, kekuatan, status, dan spiritualitas.
Sumba juga merupakan tanah asal Kuda Sandelwood, ras asli Indonesia yang dikenal lincah dan memiliki stamina tinggi. Meski berukuran lebih kecil dari ras impor, daya tahannya membuat Sandelwood sejak lama menjadi bagian penting dalam pacuan kuda Indonesia. Persilangannya dengan Thoroughbred kemudian melahirkan kuda pacu yang lebih cepat dan berpostur ideal, tanpa kehilangan ketangguhan khas kuda Sumba.
Mengangkat budaya equestrian Nusantara melalui filosofi motif kuda pada tenun Sumba, pameran ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menandai 10 tahun Luxina dan 18 tahun Cita Tenun Indonesia.
Berlokasi di Fashion Corridor Level 1 Plaza Indonesia, instalasi ini menghadirkan eksplorasi wastra Nusantara dalam bentuk yang berbeda dari pameran tenun pada umumnya. Melalui pendekatan kontemporer, pengunjung diajak memahami makna kuda sebagai simbol kehormatan, kemakmuran, dan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumba yang telah diwariskan lintas generasi.
"The Sacred Horse of Sumba merupakan bentuk perayaan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui perspektif yang kontemporer. Melalui kolaborasi lintas industri, kami berharap masyarakat tidak hanya menikmati keindahan instalasi ini, tetapi juga semakin mengenal filosofi dan nilai budaya yang terkandung di balik tenun Sumba," ujar Syahmedi Dean, Editorial Director Luxina.
Install SARGA.CO News
sarga.co