SARGA.CO – Tak ada yang menyangka bahwa lintasan di Indonesia's Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri I Indonesia Derby 2026 di Pangandaran menjadi panggung terakhir Raja Permata. Kuda pacu kebanggaan Sulawesi Selatan itu sempat berlari penuh semangat, sebelum akhirnya mengakhiri perjalanan hidupnya dalam tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Raja Permata sebenarnya tengah bersiap pulang ke kampung halamannya setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi di Pulau Jawa. Sang pelatih, Arya Dwi Prasetya, bahkan telah merencanakan masa istirahat sebelum kembali menjalani persiapan menghadapi IHR Kejurnas Seri II pada Oktober 2026.
Namun takdir berkata lain. Perjalanan pulang yang seharusnya menjadi awal persiapan baru justru menjadi akhir kisah seekor kuda yang telah berjuang membawa nama daerahnya di lintasan pacuan nasional.
Di Indonesia Derby 2026, Raja Permata tampil mewakili Kontingen Sulawesi Selatan pada Kelas 4 Tahun C/D 1.600 meter. Kuda berusia empat tahun itu sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan memimpin jalannya perlombaan sejak awal.
Memasuki meter-meter terakhir, tenaganya mulai terkuras sehingga harus merelakan posisi terdepan dan akhirnya menyentuh garis finis di urutan keenam. Meski belum berhasil naik podium, penampilannya tetap memperlihatkan semangat juang yang menjadi ciri khasnya. Tak ada seorang pun di arena yang mengetahui bahwa race tersebut akan menjadi penampilan terakhir Raja Permata di lintasan pacuan.
Menurut pelatih Arya Dwi Prasetya, Raja Permata telah berada di Pulau Jawa sejak Januari 2026 untuk mengikuti rangkaian kejuaraan Indonesia's Horse Racing. Selama tujuh bulan, Raja Permata tampil di sejumlah event penting. Ia sempat berlaga di Jateng Derby 2026 pada Februari, kemudian berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara Kelas Terbuka Bupati Kebumen Cup 2026.
Indonesia Derby di Pangandaran menjadi penutup perjalanan panjang tersebut sebelum rencana kepulangannya ke Sulawesi Selatan.
Perjalanan Pulang yang Tak Pernah Sampai
Harapan untuk kembali ke kandang dan memulai persiapan menuju Kejurnas Seri II pupus akibat insiden kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2. Pemilik Raja Permata, H. Lelong Azis, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Ia menyebut Raja Permata menjadi satu-satunya kuda pacu yang mewakili Sulawesi Selatan dalam rangkaian kejuaraan di Pulau Jawa.
Dalam insiden itu, tak hanya Raja Permata yang menjadi korban. Enam ekor kuda potong milik Lolong yang baru dibeli untuk dibawa pulang ke Jeneponto juga ikut terbakar di atas kapal.
Di dalam kapal yang sama turut berada joki Verdianto atau yang akrab disapa Aco, pasangan Raja Permata di lintasan pacuan. Beruntung, Aco berhasil menyelamatkan diri setelah dievakuasi menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, melalui Madura.
Kepergian Raja Permata meninggalkan duka bagi keluarga besar pacuan kuda Indonesia. Bagi Sulawesi Selatan, ia bukan sekadar seekor kuda pacu, tetapi simbol perjuangan yang telah menghabiskan berbulan-bulan merantau demi membawa nama daerahnya di arena nasional.
Kini, lintasan Pangandaran akan selalu dikenang sebagai tempat Raja Permata mengukir langkah terakhirnya, sebuah race yang kala itu tampak seperti perlombaan biasa, namun ternyata menjadi salam perpisahan dari seorang pejuang yang tak pernah sempat pulang ke kandangnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co