SARGA.CO – Ketika publik mengenang legenda-legenda pacuan kuda seperti Secretariat, Zenyatta, American Pharoah, hingga para juara Kentucky Derby, yang terlintas bukan hanya aksi mereka di lintasan, tetapi juga foto-foto ikonik yang mengabadikan momen tersebut. Di balik banyak gambar bersejarah itu berdiri satu nama yang sangat dihormati di dunia pacuan kuda: Barbara Livingston.
Bukan pelatih, joki, ataupun pemilik kuda, Livingston justru membangun warisan besarnya lewat sebuah kamera. Selama puluhan tahun, ia mendedikasikan hidupnya untuk menangkap keindahan, kekuatan, dan karakter Thoroughbred dalam setiap bidikan.
Berawal dari Kamera Sederhana
Kecintaan Barbara Livingston terhadap pacuan kuda dimulai sejak kecil. Saat berusia sekitar 10 tahun, ia membawa kamera Instamatic pertamanya ke arena pacuan. Tiga tahun kemudian, ia berhasil mengabadikan kemenangan kuda legendaris Ruffian di Spinaway Stakes, sebuah pengalaman yang semakin mengukuhkan impiannya menjadi fotografer pacuan kuda.
Impian itu akhirnya menjadi kenyataan. Lulusan Syracuse University dengan jurusan experimental photography tersebut kemudian bergabung dengan Daily Racing Form dan berkembang menjadi salah satu fotografer pacuan kuda paling berpengaruh di dunia.
Enam Kali Menangi Eclipse Award
Prestasi Livingston tidak hanya diukur dari ribuan foto yang dihasilkannya. Ia berhasil meraih enam Eclipse Awards, penghargaan paling bergengsi di industri pacuan kuda Amerika. Empat di antaranya diperoleh dari kategori fotografi, sementara dua lainnya berasal dari kategori audio dan multimedia.
Namun bagi Livingston, penghargaan bukanlah tujuan utama. "Ini bukan sekadar passion. Ini adalah obsesi," ungkapnya dalam sebuah wawancara yang kembali dikutip America's Best Racing. Obsesi itulah yang membuatnya rela menempuh perjalanan puluhan ribu kilometer setiap tahun demi mendapatkan satu foto terbaik.
Berbeda dengan banyak fotografer olahraga yang fokus pada momen kemenangan, Barbara Livingston justru memiliki perhatian khusus terhadap kehidupan kuda setelah pensiun. Ia menerbitkan tujuh buku fotografi, termasuk seri terkenal Old Friends, yang menampilkan kehidupan para mantan bintang pacuan di masa pensiun. Melalui karya-karyanya, Livingston ingin menunjukkan bahwa setiap Thoroughbred tetap memiliki keindahan dan nilai, meski sudah tidak lagi berlomba.
Karyanya bahkan membantu menggalang dana lebih dari US$50.000 untuk mendukung perawatan kuda-kuda pensiunan di Old Friends Farm, sebuah organisasi penyelamatan Thoroughbred di Amerika Serikat.
Mengabadikan Sejarah Sebelum Terlambat
Salah satu kebiasaan unik Livingston adalah mendokumentasikan kuda-kuda tua yang mulai terlupakan publik. Ia secara sukarela mengunjungi mereka, bahkan tanpa penugasan atau bayaran, hanya agar sejarah mereka tetap terekam.
Baginya, setiap kuda memiliki cerita yang layak dikenang. Ia juga aktif membantu proses adopsi Thoroughbred pensiunan serta terlibat dalam berbagai aksi sosial, termasuk membantu penyelamatan kuda setelah badai besar melanda Puerto Rico pada 2017.
Memotret Bukan Sekadar Mengambil Gambar
Yang membuat karya Barbara Livingston begitu dihargai adalah kemampuannya menangkap sisi emosional seekor kuda. Foto-fotonya tidak hanya memperlihatkan kecepatan saat berlomba, tetapi juga ekspresi, kelembutan, rasa ingin tahu, hingga hubungan emosional antara manusia dan kuda.
Pendiri Old Friends Farm, Michael Blowen, bahkan menyebut karya Livingston telah memberikan kontribusi luar biasa bagi industri pacuan kuda.
Menurutnya, Livingston sebenarnya bisa saja menjadi fotografer selebritas dan meraih keuntungan besar. Namun ia memilih mengabdikan hidupnya untuk Thoroughbred, keputusan yang memberikan manfaat besar bagi olahraga tersebut dan kesejahteraan para kudanya.
Kamera yang Menjadi Penjaga Warisan Pacuan Kuda
Di tengah gemerlap kemenangan para juara dan sorotan terhadap joki maupun pelatih, Barbara Livingston membuktikan bahwa seseorang tidak harus berada di atas pelana untuk menjadi legenda.
Lewat jutaan klik kameranya, ia telah mengabadikan sejarah, menjaga kenangan, sekaligus memperlihatkan kepada dunia bahwa keindahan pacuan kuda tidak hanya terlihat saat melintasi garis finis, tetapi juga dalam setiap langkah kehidupan seekor Thoroughbred.
Install SARGA.CO News
sarga.co