SARGA.CO – Napoleon Solo berhasil memenangkan balapan Preakness Stakes ke-151 pada hari Sabtu (17/5/2026) setelah berlari konsisten di lintasan sekitar 1.900 meter. Memulai balapan, Napoleon maju dengan peluang 7-1.
Dia bangkit dari ketertinggalan di posisi kedua untuk menyalip favorit utama, Taj Mahal, dan mengamankan kemenangan di tengah persaingan yang sangat terbuka.
Kemenangan ini mencatatkan sejarah baru bagi sang Joki Paco Lopez dan Pelatih Chad Summers. Bagi mereka berdua ini merupakan gelar Triple Crown pertama dalam karier.
Summers mengungkapkan rasa bangganya setelah menghadapi banyak keraguan dari kritikus sepanjang tahun ini.
ujar Pelatih Chad Summers dalam wawancara usai balapan.
Taj Mahal, yang menjadi favorit dengan peluang 9-2, sempat memimpin sejak awal balapan dan mempertahankan keunggulannya hingga tikungan terakhir. Namun, Napoleon Solo mulai memberikan tantangan serius dan berhasil mengambil alih posisi terdepan saat memasuki lintasan lurus menuju finis (home straight).
Meskipun Iron Honor (9-1) mencoba memberikan perlawanan di detik-detik terakhir, Napoleon Solo tetap tak terkejar dan unggul 1 1/4 panjang kuda saat menyentuh garis finis. Chip Honcho finis di posisi ketiga, sementara Taj Mahal harus puas finis di posisi ke-10 setelah kehabisan tenaga di akhir balapan.
Napoleon Solo hampir saja tidak diikutsertakan dalam ajang bergengsi ini. Setelah finis di urutan kelima dalam dua balapan sebelumnya tahun ini, termasuk Wood Memorial, pemilik kuda Al Gold sempat ragu dengan kemampuan jarak jauh kuda tersebut.
Namun, joki Paco Lopez meyakinkan tim bahwa Napoleon Solo memiliki potensi lebih besar dari yang terlihat. Al Gold memuji visi Lopez dengan mengatakan, "Paco, ini semua karena Anda. Anda yang melakukannya, ini luar biasa".
Kemenangan ini juga kian spesial bagi Pelatih Summers, yang selama ini harus menghadapi keraguan publik terhadap performa Napoleon Solo. Setelah sempat tampil dominan tahun lalu, kuda tersebut justru terpuruk di awal tahun 2026.
"Sepanjang tahun ini, kami hanya finis di posisi kelima, posisi kelima. Semua orang berkata dia tidak sehebat saat memenangkan Champagne Stakes," ujar Summers kepada wartawan setelah balapan, merujuk pada kemenangan telak kuda tersebut di Aqueduct Oktober lalu.
Meski begitu kini matanya tertuju ke Belmont Stakes. Di sana kuda-kuada elite yang turun di Ketucky Derby, termasuk sang juara Golden Tempo akan turun.
, Pelatih Chad Summers.
Kemenangan Napoleon Solo di Laurel Park juga memastikan bahwa tahun 2026 tidak akan melahirkan pemenang Triple Crown, menandai tahun kedelapan berturut-turut tanpa peraih gelar prestisius tersebut. Kepastian ini muncul setelah pemenang Kentucky Derby, Golden Tempo, memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Preakness Stakes guna beristirahat setelah jeda dua minggu yang singkat.
Absennya Golden Tempo menciptakan persaingan yang sangat terbuka bagi 14 kuda yang berlaga, yang merupakan jumlah peserta terbanyak dalam 15 tahun terakhir. Kondisi ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Napoleon Solo untuk merebut "permata kedua" dari rangkaian Triple Crown tersebut.
Edisi Preakness tahun ini diselenggarakan di Laurel Park, Maryland, karena lokasi aslinya, Pimlico Race Course, sedang menjalani renovasi besar-besaran senilai ratusan juta dolar.
Napoleon Solo, yang dibeli oleh Al Gold seharga 40 ribu dolar AS, kini membawa pulang hadiah utama sebesar 1,2 juta dolar AS dari total hadiah 2 juta dolar AS yang diperebutkan.
Keberhasilan ini sekaligus mengembalikan performa gemilang yang pernah ia tunjukkan saat memenangkan Champagne Stakes tahun lalu. Tim Napoleon Solo kini menatap tantangan berikutnya di Belmont Stakes yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni.
Install SARGA.CO News
sarga.co