SARGA.CO- Pacuan Kelas F mungkin bukan kelas yang mentereng dan mendapat banyak perhatian di race-race Indonesia’s Horse Racing (IHR). Namun, lomba sprint jarak 1.000 meter itu punya satu nama yang selalu muncul sebagai jagoan. Kasmaran, namanya.
Kuda betina jragem (coklat tua berkilau), 4 tahun, dengan tinggi 140,5 cm itu mendominasi pacuan Kelas F. Dia tidak terkalahkan dari enam start sepanjang kariernya.
Namun, momentum juaranya harus terganggu. cedera serius mengganggu rentetan kemenangannya.
Nama Kasmaran tak muncul dalam drawing kelas F IHR Triple Crown Serie I & Pertiwi Cup 2026, 4 April 2026. Namanya yang biasa dipanggil sebagai juara pertama, tak terdengar di Lapangan Sultan Agung, Yogyakarta.
Lompat sebulan jelang Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026, namanya kembali tak ada dalam drawing Kelas F.
Usut punya usut ada cedera kaki yang menghalangi Kasmaran untuk turun ke lintasan pacu. Pelatih Ardhi Wijaya menjelaskan kalau ada bagian kakinya yang sobek karena kecelakaan di kandang.
“Masih belum sembuh kakinya,” terangnya singkat saat dihubungi Sarga News, Rabu (6 Mei 2026). “Sobek [karena] nendang tembok,” tambah Ardhi terkait sebab cederanya.
Momen nahas tersebut terjadi sekitar Bulan Meret lalu saat Bulan Ramadhan, menurut Ardhi. Hal itu juga menjelaskan alasan absennya Kasmaran di IHR April lalu.
Lebih lanjut dia menjelaskan kalau pemulihan untuk cedera tersebut akan memakan waktu lumayan lama. Sehingga dia belum bisa memastikan kapan Kasmaran bisa kembali turun ke pacuan.
Milik Tuschad Cipta Herdani dari Adem Ayem Stable, Kasmaran adalah hasil perkwainan antara Leonardo Eclipse dan Princess Ambun Suri, dua garis keturunan yang dikenal menghasilkan kuda pacu cepat dan stabil di lintasan pendek.
Dengan gaya balap elegan dan akselerasi menakjubkan, Kasmaran menjelma menjadi simbol kecepatan, ketenangan, dan ketangguhan.
Ditangani pelatih muda Ardhi Wijaya dan ditunggangi joki andalan Agung Saidil, Kasmaran menjadi kombinasi sempurna antara teknik, tenaga, dan naluri alami.
Sejak debut di Indonesia’s Horse Racing Cup, Juni 2025, namanya tak pernah absen di Kelas F, Sprint 1.000 M.
Tiap kali start dia juga selalu mencatatkan kemenangan. Total sudah tujuh kali juara 1 beruntun yang dia catatkan, semua di Kelas F 1.000 M.
Gaya larinya konsisten. Begitu start dibuka, Kasmaran langsung melesat sempurna. Gerakannya efisien, ritmenya stabil, dan langkahnya penuh tenaga.
Tanpa perlu turun cambuk, ia terus memperlebar jarak dari lawan-lawannya hingga garis finis.
Kasmaran disebut oleh komunitas Uma Musume Indonesia mirip dengan Kuda Pacu Legendaris Jepang, Maruzensky--yang juga jadi karakter di gim Uma Musume. Ia pun mendapat julukun dari komunitas: 'Kasmaranzensky'.
Kelas F dengan jarak lomba 1.000 m kerap kali menjadi laga pembuka di hari balapan. Pertarungan jarak pendek dengan aksi yang serba cepat dan minim ruang untuk membuat kesalahan.
Dengan absennya Kasmaran, Kelas F kehilangan jagoan. Momen ini bisa dimanfaatkan kuda-kuda yang dengan tinggi 138-142 cm untuk mencuri momentum.
Di Bantul, kuda Hercules, Sinarengan, dan Platinum Star mengambil kesempatan. Di Tegalwaton, akankah mereka berjaya lagi?
1. Indah Kirana: Gate 5
2. Dicaprio: Gate 4
3. P. Putri Lembayung (dahulu Sinarengan): Gate 7
4. Hercules: Gate 6
5. Nagoya MD : Gate 2
6. Platinum Star: Gate 3
7. P. Mini Borneo: Gate 9
8. Evelyn: Gate 1
9. Melinda RPMX: Gate 8
Install SARGA.CO News
sarga.co