SARGA.CO- Mayo, kuda milik Miranda Stable, menjadi sensasi pada akhir tahun 2025 lalu. Lewat performa apiknya kuda Sulawesi Utara itu menjadi Juara 1 Kelas 3 Tahun Derby Divisi 1 jarak 1.400 meter pada ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR): Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-59 Seri II, pada bulan Oktober.
Namun, musim pacuan 2026 sudah menuju Triple Crown Serie II, awal Mei mendatang, belum ada tanda-tanda Mayo akan turun ke arena pacu lagi.
Terkait dengan belum turunnya Mayo ke lintas pacuan, Pemilik Miranda Stable, Adhi Supit, menjelaskan kalau kuda betinya itu sempat mengalami cedera.
Dia juga mengatakan kalau untuk Triple Crown Serie II, Kelas Derby 3 tahun, Miranda Stable masih akan mengandalkan Monocrome. Sementara Mayo dipastikan belum akan turun.
tutur Adhi kepada Sarga news, Rabu (29 April 2026).
Namun, dia memastikan kalau Mayo tetap diproyeksikan untuk berpacu di Indonesia Derby, Juli 2026 mendatang.
Adhi bahkan mengatakan kalau dia punya misi besar untuk menjadi juara Indonesia Derby 2026. Hal itu setidaknya terlihat dari niatnya mempersiapkan empat ekor kuda untuk kelas itu.
“Saya juga sedang kirim kuda dari Sulut, Melasti, untuk ikut berlomba di Indonesia Derby. Estimasi tiba di Salatiga sekitar 4-5 Mei 2026,” ujarnya.
Melasti, bersama Monochrome dan MS King akan berlatih intens di Tegalwaton menjelang Indonesia Derby, pada Juli 2026 mendatang.
“Jadi rencana —jika semua sehat dan lancar— dari Miranda Stable untuk Indonesia Derby 2026 akan ikut empat ekor : Mayo, Monochrome, Melasti dan MS King,” tegas Adhi.
Gaya lari kuda tiga tahun ini kian fleksibel, mampu menyerang dari belakang sebagai closer, kuat juga untuk memimpin balapan dari awal.
Karakternya tenang, ritme larinya stabil, serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap berbagai skenario balap, kualitas yang sangat dibutuhkan di level Derby.
Dengan performa yang terus menanjak, gaya lari yang serba bisa, serta latar belakang genetik elite, Mayo sempat masuk radar sebagai salah satu kuda paling menjanjikan menuju Indonesia Derby 2026.
Catatan positif tersebut masih ditambah lagi dengan kombinasinya dengan Joki Jones Paendong. Selain andal, joki asal Tompaso itu juga punya misi pribadi untuk menjadi juara Derby. Hal itu ia sampaikan usai membawa Mayo ke podium juara 1, Oktober lalu.
"Saya pengen juara Derby. Belum tercapai juara Derby, makanya saya semangat," ujar Jones kala itu.
Install SARGA.CO News
sarga.co