SARGA.CO - Ka Ying Rising menunjukkan dominasi di lintasan sprint pacuan kuda Hong Kong. Dia kembali mengunci kemenangan meyakinkan dalam Sprint Cup 2026 (1.200 m) di Sha Tin Racecourse, trek paling masyhur di negeri itu.
Kemenangan tersebut membuar rekor tak terkalahkannya menjadi 19 kali berturut-turut. Di panggung itu Ka Ying Rising juga mencatatkan waktu finish 1 menit 07,12 detik. Angka itu menjadi rekor baru dalam lintasan 1.200 m di Sha Tin.
Capaian ini sendiri menjadi kali ketiga Ka Ying Rising memecahkan rekor di trek tersebut di jarak yang sama. Prestasi ini semakin mempertegas jalan kuda jantan usia lima tahun ini untuk menjadi raja sprint
Sprint Cup merupakan balapan level tinggi kategori Group 2 (G2), satu tingkat di bawah kelas tertinggi Group 1 (G1). Meski bukan kasta paling elite, kualitas kompetisinya tetap diisi kuda-kuda terbaik, menjadikannya panggung penting untuk mengukur performa sprinter papan atas.
Dalam balapan tersebut, Ka Ying Rising tidak langsung memimpin sejak awal. Ia berada di posisi kedua, mengikuti tempo sebelum akhirnya meledak di fase lurus. Dalam rentang 400 meter terakhir, akselerasinya begitu tajam hingga meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang. Ia bahkan sempat unggul hingga hampir 10 panjang kuda, sebelum akhirnya melambat di 100 meter terakhir, seolah kemenangan sudah pasti di tangannya.
Joki Zac Purton, yang menungganginya, menggambarkan performa ini sebagai salah satu yang terbaik sepanjang karier sang kuda.
“Ini adalah akselerasi terbaiknya di bagian atas lintasan lurus, jadi ada peluang baginya untuk melakukannya (berlari lebih cepat lagi), tetapi saya tidak mengharapkan dia melakukannya,” ujarnya selepas lomba, Senin (6 April 2026).
Kemenangan ini semakin mengesankan mengingat kondisi balapan yang tidak ideal. Angin kencang dari arah depan membuat banyak kuda kehilangan tenaga lebih cepat.
“Dengan kondisi lintasan hari ini, angin kencang berlawan arah di lintasan lurus belakang dan setiap kuda yang tidak terlindungi di sekitar lingkaran langsung terjebak. Angin itu benar-benar membuat mereka kelelahan,” ucap Purton.
Ka Ying Rising dikenal sebagai kuda yang semakin cepat jika tempo lomba tinggi. Alih-alih kesulitan mengejar, justru tampil lebih berbahaya ketika balapan berlangsung cepat.
Sementara itu Pelatih Ka Ying Rising, David Hayes menyoroti faktor kedewasaan sebagai kunci perkembangan sang kuda. Dalam dua tahun terakhir, Ka Ying Rising tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga mental.
“Di belakang gate dan semua yang dia lakukan, dia menerimanya dengan sangat baik, dan saat dipasangi pelana, dia menjadi kuda yang lebih tenang. Dia benar-benar semakin dewasa dan tahun ini merupakan tahun emas, tetapi saya pikir dia akan memiliki tahun emas lainnya tahun depan,” kata Hayes.
Rekor kariernya kini mencapai 20 kemenangan dari 22 pacuan, sebuah rasio yang sangat jarang terjadi di level kompetisi tinggi seperti Hong Kong. Bahkan dalam konteks global, angka ini menempatkannya sebagai salah satu sprinter paling dominan saat ini.
Selanjutnya, Ka Ying Rising dijadwalkan tampil dalam Chairman’s Sprint Prize, balapan Group 1 dengan hadiah jauh lebih besar. Jika kembali menang, ia berpeluang menyapu bersih seri sprint Hong Kong sekaligus mempertegas statusnya sebagai raja sprint.
Install SARGA.CO News
sarga.co