SARGA.CO – Atlet berkuda Indonesia menutup penyelenggaraan AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 FEI CSI1 International Jumping Competition dengan hasil membanggakan. Bertanding di Equinara Horse Sports, Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), 26-28 Juni 2026, Indonesia meraih satu medali emas dan satu medali perunggu pada nomor bergengsi CSI1 Borrowed Horse Competition 115 cm with Jump-Off*.
Brandon Toa tampil sebagai juara setelah menunjukkan performa terbaiknya pada hari terakhir kompetisi. Berdasarkan informasi resmi PORDASI, Brandon sempat berada di posisi ketujuh pada pertandingan hari pertama sebelum bangkit dan memenangkan babak jump-off. Rider Thailand Akkara Konglapamnuay finis di posisi kedua, sementara Aisha Maydina Hakim melengkapi podium dengan medali perunggu.
Kejuaraan yang berada di bawah naungan Asian Equestrian Federation (AEF) dan Fédération Equestre Internationale (FEI) tersebut diikuti oleh 18 atlet dari 13 negara Asia. Indonesia mengirimkan enam wakil, yakni Brandon Toa, Aisha Maydina Hakim, Ramdani Tri Haryanto, Welda Apgapindo, Yosua Nicholas Pamoto Uhum, dan Teuku Rifat Renanda Harsya
ujar Ketua Pelaksana AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 sekaligus Presiden Equinara Horse Sports, Adinda Yuanita, yang menilai hasil tersebut menjadi modal positif bagi pembinaan atlet nasional menuju Asian Games 2026 di Prefektur Aichi-Nagoya, Jepang.
Tak hanya sukses pada nomor Borrowed Horse Competition, atlet Indonesia juga mendominasi kelas CSIU25-A Jumping Competition 125 cm with Jump-Off. Maritza Aliyah Wardana keluar sebagai juara, disusul Teuku Muhammad Nur Fahri di posisi kedua dan Lalu Yuda Pratama Riady Alwi di posisi ketiga, sehingga seluruh podium menjadi milik Indonesia.
Sementara itu, pada kelas FOLAGO National Elite Silver Tour 135 cm, Teuku Rifat Renanda Harsya bersama Kastilia berhasil menjadi juara setelah mengungguli Yayat Subrata bersama King Almor dan Ferry Wahyu Hadiyanto bersama Cornet Diamante.
Di luar kelas internasional tersebut, persaingan juga berlangsung pada Jumping Competition 120 cm yang memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Nathanael Menayang bersama Let's Go/Djiugo berhasil keluar sebagai juara setelah mencatatkan clear round dengan waktu 61,70 detik.
Teuku Rifat Renanda Harsya menempati posisi kedua dengan catatan waktu 62 detik, sedangkan Rasendriya Hiranya Rajasa berada di peringkat ketiga setelah membukukan waktu 62,89 detik. Ketiganya sama-sama menyelesaikan lintasan tanpa kesalahan sehingga penentuan juara ditentukan berdasarkan catatan waktu.
Penyelenggaraan AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 juga menjadi tonggak penting bagi olahraga berkuda Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah CSI1 Borrowed Horse Competition* di bawah naungan AEF dan FEI. Sebanyak 13 negara ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, menjadikannya salah satu borrowed horse competition terbesar yang pernah digelar di Asia.
Menurut Adinda, penyelenggaraan kejuaraan bertaraf internasional itu membutuhkan persiapan yang tidak sederhana karena seluruh aspek harus memenuhi standar internasional, mulai dari penyediaan kuda, akomodasi, transportasi hingga keselamatan atlet dan ofisial.
ucap Adinda.
Selain menjadi ajang peningkatan prestasi olahraga, penyelenggaraan AEF/MANTENA Cup juga dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor sport tourism dan ekonomi kreatif. Kejuaraan tersebut berlangsung bersamaan dengan Piala Gubernur DKI Jakarta 2026-Equinara Pulomas Open 2026, sehingga turut memperkenalkan kuliner dan kebudayaan Indonesia kepada para peserta dari berbagai negara.
"Tidak hanya sport tourism tapi industri kreatif juga berkembang karena kemarin kita juga mengenalkan kepada peserta dari 12 negara luar mulai dari kuliner hingga kebudayaan Indonesia yang menjadi sesuatu multiplier effect dari penyelenggaraan pertandingan internasional seperti ini," ujar Adinda.
Melihat sukses penyelenggaraan tahun ini, Adinda berharap AEF/MANTENA Cup dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga Indonesia semakin berpengalaman menjadi tuan rumah kejuaraan berkuda internasional.
"Mungkin kita akan melaksanakan di 2027 dan 2028 kembali karena kita memang memerlukan pengalaman kita tidak bisa bertanding hanya di antara kita saja," kata Adinda.
Install SARGA.CO News
sarga.co