SARGA.CO – Ada satu pola yang kembali terulang ketika Ravelio turun ke lintasan. Tidak terburu-buru memimpin sejak start, tetapi perlahan mengejar, menyalip, lalu meninggalkan lawan-lawannya di belakang. Strategi itulah yang kembali membawa kuda andalan Batu Kereta Stable meraih kemenangan pada Race VIII Kelas D 1.200 Meter dalam ajang Indonesia's Horse Racing (IHR) King's Cup Series: Piala Paku Alam 2026 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta, Minggu 14 Juni 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus mempertegas reputasi Ravelio sebagai spesialis "kejar-salip-menang", julukan yang semakin melekat setelah kembali tampil impresif menghadapi deretan kuda unggulan.
Race yang memperebutkan Piala Arsari Tambang dengan total hadiah Rp20 juta ini menghadirkan persaingan sengit. Sebanyak 12 kuda turun ke lintasan, termasuk dua unggulan utama, Putri Jelita dan P. Super Montong (dahulu Predator Istana).
Sejak pintu start terbuka, Putri Jelita langsung mengambil inisiatif memimpin perlombaan. Di belakangnya, P. Musang King dan P. Super Montong terus membayangi sambil menunggu kesempatan menyerang.
Sementara itu, Ravelio memilih tetap tenang. Alih-alih memaksakan diri berada di depan sejak awal, kuda jantan berusia empat tahun tersebut bersama joki Ended Rahmad justru memanfaatkan jalur dalam untuk menghemat langkah sembari perlahan mendekati kelompok terdepan.
Strategi itu mulai membuahkan hasil ketika pacuan memasuki 800 meter menuju finis. Dengan akselerasi yang konsisten, Ravelio berhasil menyalip satu per satu rivalnya hingga merebut posisi terdepan. Namun perjuangannya belum selesai. P. Musang King langsung memberikan perlawanan sengit. Kedua kuda sempat berlari side by side, saling berebut posisi terdepan dalam duel yang menjadi sorotan penonton.
Momentum kemenangan akhirnya datang di 300 meter terakhir. Ended Rahmad kembali meminta lebih banyak tenaga dari Ravelio. Respons sang kuda begitu luar biasa. Perlahan tetapi pasti, Ravelio mulai membuka jarak dari P. Musang King. Semakin dekat ke garis finis, keunggulannya justru semakin besar hingga tak lagi mampu dikejar lawan-lawannya.
Di belakang duel perebutan juara, persaingan tak kalah ketat terjadi antara P. Super Montong dan Putri Jelita dalam perebutan posisi ketiga. Namun perhatian utama tetap tertuju kepada Ravelio yang sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai kuda dengan penyelesaian lomba terbaik. Kuda hasil perkawinan pejantan Dubai's Choice dan indukan Ratu Biaro itu sekali lagi membuktikan bahwa memimpin sejak awal bukan satu-satunya cara untuk menjadi juara. Justru ketika lawan mulai kehilangan tenaga, Ravelio tampil dengan senjata andalannya: mengejar, menyalip, lalu melesat meninggalkan semua pesaing.
Hasil Race VIII Kelas D – 1.200 Meter
Install SARGA.CO News
sarga.co