SARGA.CO - Di balik layar pacuan, semua kuda punya karakternya masing-masing. Ada kuda yang seperti api—sekali dilepas langsung menyala tanpa diminta. Ada pula yang seperti mesin diesel—perlu ditekan, dipacu, baru menunjukkan tenaganya.
Perbedaan itulah yang kini dihadapi tim Maxi of Khalim, saat bayang-bayang King Argentin masih terasa begitu dekat. Apalagi setelah Maxi of Khalim mengamankan juara Triple Crown Serie 1, Sabtu (4 April 2026).
Maxi of Khalim datang dengan karakter yang kontras. Jika King Argentin dikenal sebagai kuda “spesial” yang mencurahkan segalanya secara alami saat gallop (fase kecepatan tertinggi saat kuda berlari), Maxi punya mentalitas yang berbeda.
ujar perwakilan dari King Halim Stable, Farooq Ali Khan, kepada Tim Sarga.
Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh Joki Jimmy Runtu yang mendampingi Maxi of Khalim menjadi yang terdepan di Triple Crown Serie 1 2026.
“Apalagi kalau di latihan, waduh malasnya minta ampun. Jadi kalau di situ ya kita harus memang kerja keras. Beda sama Argentin, kalau Argentin dia sudah melaju, langsung melaju saja sudah," ujarnya.
Yuk, dengar cerita tentang Maxi of Khalim setelah memenangkan Triple Crown Serie 1, di video di bawah ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co